Monthly Archives: May 2010

MARI TANAM, SEJUTA MEMULAI..

MARI TANAM, SEJUTA MEMULAI..

Memulai itu bukan yang pertama. Memulai dan meniatkan. Ada keterkaitan, tapi bukan korelasi sinonim. Uda pikir yang lebih tepat adalah korelasi urutan. Mana pertama dan mana yang dikemudiankan. Sebab memulai adalah melaksanakan apa yang sebelumnya diniatkan. Dan bukan meniatkan yang akan dilakukan. Tak terlalu salah rasanya kalau Uda sebut memulai sebagai aksi dari niat. Melaksanakan apa yang ada di hati dan tersimpan dalam pikiran.

Memulai juga bukan serampangan. Ia bukan gerak spontan. Asal jadi dan diselimuti kenekatan. Perlu bibit pemikiran mendalam dan benih keberanian untuk tumbuh mekarnya bunga memulai ini. Sehingga ia bisa tumbuh tidak liar. Tapi cantik, tertata. Menyejukkan pemandangan.

Tak kalah pentingnya, memulai tak boleh berjalan sendirian. Ia perlu seorang kawan. Kawan yang harus diperlakukannya dengan mulia. Kawan yang sekarang sudah semakin jarang ditemukan. Istriqomah. Sehingga si memulai tak cepat mati di jalan. Mati bosan. Gugur dalam kejenuhan.

satu orang dengan berjuta memulai

BISMILLAH DAN ASTAGHFIRULLAH..

Susah sekali memulai perilaku-perilaku baik. Alam pikiran kita seperti diganggu. Dan sebenarnya memang diganggu. Oleh dua musuh abadi kebajikan. Duet antara setan, si penipu licik dan Nafsu, sang musuh dalam selimut. Kadang-kadang mereka meniupkan kesulitan dan kesusahan. Dan kalau gagal, ditempuhlah jalan terakhir. Menodai ibadah kita tadi dengan kebanggaan berlebih (atau biasa digelari riya).

Benar, sobat. Susah memulai Kebaikan. Maka kita butuh bantuan. Bantuan dari Yang Maha Memudahkan. Allah ‘azza wa jalla. Bismillah. Mudahkan setiap aktivitas shalih dan kebaikan yang akan kami mulai. Dan kirimkan sahabat kami, sang istiqomah sebagai teman pengembaraan. Agar ghirah kami selalu terang bersinar. Dan berkahi apa-apa yang akan kami persembahkan untuk-Mu. Maka mulaikah kebaikan. Dan jangan berhenti. Lanjutkan.

Di sudut lain tak seperti perilaku baik. Amat mudah bagi kita untuk memulai kebejatan dan maksiat. Pintu-pintu menuju kesana memang sengaja ditunjukkan setan. Dan celakanya, selalu direspon positif oleh nafsu. Namun terkadang hati nurani dan keimanan yang terusik akan membuat kita segera tersadar. Di tengah sedang memulai kebejatan, segeralah berbalik arah. Astaghfirullah. Maka mohonlah ampunan. Dan jangan lanjutkan. Ataupun jangan ulangi. Hentikan Baca artikel ini setengah-setengah. Baca yang lengkap aja, ya…

ROMAN WANITA MEMPESONA YANG SALAH JALAN

ROMAN WANITA MEMPESONA YANG SALAH JALAN

secangkir hangat canda

Starring         : kali ini, bidadari Uda

Lokasi syuting: halte busway Matraman

waktu syuting: saat remang-remang penghujung maghrib

Wanita mempesona itu berbaring di peraduan. Sesekali ia berguling ke kanan. Kemudian berbalik arah. Ia kelihatan gelisah. Sore ini ada pengajian. Dan ia belum menemukan alternatif angkutan. Kembali wanita mempesona mengutik-utik hape. Suara gaduhnya menunjukkan bahwa sang wanita sedang menanyakan sesuatu lewat media komunikasi portebel itu. “Tek..ketek.ketek.ketetetetek… Kecepatan ketik yang mengagumkan. Entah berapa kata perdetik yang berhasil dibukukan wanita itu di layar hapenya. Lalu hening dengan irama menunggu.

Da, tahu halte (sebut saja – Bunga, karena terus terang Uda lupa nama haltenya)? wanita mempesona tadi bertanya. Uda yang sedari tadi diam menunggu permintaan tolong darinya, tersenyum jumawa. Sunggingan bibir Uda sengaja Uda perlama di posisinya. Tak beda jauh seperti kerbau ketemu lautan lumpur. Siiiinnnnggg..Hehehe…

Berhubung pada dasarnya sifat lelaki itu adalah suka menolong dengan utuh dan menyeluruh. Maka Uda tak langsung jawab pertanyaan wanita mempesona tadi. Uda lancarkan pertanyaan balik. “Emangnya, mau kemana sih, hai wanita mempesona?

Ke Kwitang, Da. Kata mbak (sebut saja Ayu-maklum Sobat, setelah berkenalan dengan wanita mempesona, Uda jadi semakin sulit mengingat nama wanita :P ) lebih enak naik angkot aja. Nyambung dua kali. Pertama, naik angkot nomor 21 terus lanjut lagi angkot nomor 01 Penjelasannya lumayan panjang. Tapi jangan tertipu, sobat. Penjelasan panjang bukan berarti memuat pemahaman. Uda melihat wanita mempesona tadi masih bingung dengan penjelasannya sendiri. Setidaknya bisa Uda nilai dengan ilmu psikologi yang selama ini Uda pelajari secara otodidak dan asal-asalan. Masih menurut ilmu Psikologi yang Uda pelajari tadi , jangan sering-sering baca sepotong-sepotong, Baca sampe selesai, Ya. Klik aja.

BAHASA SYURGA, INDAH DAN MUDAH

BAHASA SYURGA, INDAH DAN MUDAH

Na’am. Man anta? Maa dzaa? Masmuka? Kaifa halluk? Adakah sobat yang mengenali bahasa mana ini. Kedengaran asingkah. Terkesan susahkah. Ribet. Njelimet. Tidak menarik. Bikin males. Membosankan. Pada tulisan kali ini, Uda ingin berbagi tentang bahasa Indah, yang digelari bahasa syurga ini. Bahasa Arab.

Sobat. Mempelajari bahasa arab sepertinya sulit. Sebagaimana terbersit di benak kita, selama ini. Bahasa arab itu susah, rumit, dan amat njelimet. Tidaklah heran. Karena apa-apa yang berkaitan dengan syurga selalu dibuat terlihat sulit oleh setan. Dan selalu dirasa susah oleh nafsu yang memang cuma akrab dengan perkara-perkara keduniaan. Padahal Allah sendiri telah mengulangi sebanyak empat redaksi ayat dengan kata-kata yang persis sama dalam satu surat.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” [Q.S. Al-Qomar:17, 22, 32, 40].
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mau melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai.” [Q.S. Al ‘Araf:179]

belajar bahasa ahli syurga, yuk..

Mempelajari ilmu-ilmu Allah itu mudah. Tidak cuma itu, kemudian Allah juga berjanji akan memudahkan proses pencarian ilmu itu. Maka konteks susah bukan lagi mengenai kemampuan tetapi sudah menyeberang ke ranah kemauan.

“Adakah orang yang mengambil pelajaran?” [Q.S. Al-Qomar: 17,22,32,40].

Susah untuk memulai. Susah untuk bertahan. Bukan susah mempelajari, mengerti atau memahami.

Sejarah lampau juga menyajikan fakta bahwa Sobat2 mesti menyelesaikan versi lengkap artikel Uda ini ^^

PERANG, PESTA, DAN LOMBA

PERANG, PESTA, DAN LOMBA

logopialadunia

Semua boleh larut di dalamnya. Semua orang diijinkan ikut merayakannya. Tak peduli dari kasta manapun. Bingar Piala Dunia 2010 menggema. Kompetisi tiga puluh dua negara akan dimulai. Akan ada perang strategi. Adu kemampuan. Hasil kerasnya latihan selama ini. Ujian kerjasama. Nasionalisme. Sejauhmana kejayaaan negara diprioritaskan diatas popularitas pribadi pemain.

Piala Dunia. Perayaan perlombaan besar-besaran. Perang antar Negara. Pesta seluruh dunia. Karena Piala Dunia sudah seperti hari raya. Disambut dengan amat gegap gempita. Dan senyum dimana-mana.

Perang dan Kebencian
Sejarah kelam pernah tercatat di pertandingan Honduras kontra el-Salvador. Dua negara yang memang sudah diliputi kabut perang dingin. Seorang gadis remaja menembak jantungnya sendiri, saat negaranya, el-Savador, kalah dari Honduras. Jadilah aroma kebencian bertiup kencang diantara kedua negara ini.
Lain lagi dengan Perancis, Les Bleus, yang terkenal dengan rasisnya. Saat itu, supporter mereka menghujat pemain-pemain peranakan transmigran diikutkan dalam pertandingan Piala Dunia. Tapi Zidane dan kawan-kawan berhasil membalas hujatan mereka dengan sebuah tropi paling membanggakan itu. Trofi Piala Dunia. Dan hujatan itu berubah menjadi pujian dan sanjungan.
Begitupun Spanyol. Lihat saja, bagaimana terseoknya La Furia Roja, saat mereka dikungkung oleh nasionalisme sempit kebangsaan. Dimana saat itu mereka tersekat dalam sekte-sekte negara bagian. Namun ketika sekat itu dirubuhkan. Raul dan kawan-kawan, setelah sekian lama menanti, berhasil menggenggam piala yang mereka rasa hampir mustahil untuk sekedar diimpikan.
Maka bukan perang dalam tujuan dominasi yang sebenarnya diperjuangkan. Melainkan perang strategi, kemampuan untuk memperkuat eksistensi. Serta berbaur dalam kerjasama. LANJUT KE VERSI LENGKAPNYA

Risalah Lupa #1, MISTERI LUPA

Risalah Lupa #1, MISTERI LUPA

Lokasi syuting: alam pikiran
waktu syuting: 10 mei 2010

lupa sedang lupa

Uda acap lupa. Lupa dimana menaruh kunci motor butut Uda. Lupa memasukkan plesdis pinjaman ke dalam tas. Lupa membawa pulang kotak bekal makan siang ke rumah. Lupa, saat ditanya atasan Uda tentang posisi suatu dokumen penting. Lupa membawa dompet saat harus membayar pesenan kantin. Lupa mandi, saat pulang kemalaman. Lupa membilas rendaman cucian satu pekan lalu. Lupa hari. Lupa mana sabun, mana sampo. Fiuhh.. Uda terlalu sering lupa. Tapi sobat, Uda sama sekali tidak menikmatinya. Meski sebenarnya manusia itu memang pelupa. Tapi Uda tak ingin menyerah kalah pada sejarah. Beberapa kali Uda berusaha keras mencari pemecahannya. Tapi, ya, kadang-kadang (eh, kebanyakan ding…) Uda (lagi-lagi-lagi) lupa…

MISTERI LUPA
Tidak ada penjelasan logis tentang apa itu penyebab lupa. Beberapa sumber Uda bolak-balik. Mengejutkan apa yang Uda peroleh. Subhanallah, sistematika arsitektur otak kita, manusia, jauh dari resiko kecelakaan ingatan itu. Uda coba urai dengan sederhana. Ingatan tak bekerja otomatis, seperti jantung yang memompa darah ke penjuru tubuh. Bukan sebagaimana darah mengaliri seluruh pembuluh tubuh kita. Bukan layaknya saraf perasa segera peka saat kulit kita dirangsang panas, dingin, benda-benda asing.

Uda menemukan beberapa sumbangan opini dari Om Gugel, juga dari Pakdhe Wiki. Uda tertarik dengan salah satu bisik-bisik. Bisik-bisik tentang teori interferensi. Yang Uda tangkap dari bisik-bisik itu, disebutkan lupa itu bukan disebabkan hilangnya memori. Lalu apa penjahat itu? Ternyata, saat akan mengingat sesuatu ada hal lain yang menghalangi kita. Kerja otak sebenarnya normal pada saat itu. Namun, sesuatu yang kita ciptakan. Menghalangi ingatan yang akan memasuki alam pikir kita. Jadi, mengingat adalah sebuah pilihan. Bukan peristiwa by default yang terjadi secara sendirinya. ke Versi Lengkapnya, ya….

SECINTA ABU BAKAR-KAH KITA PADANYA…

SECINTA ABU BAKAR-KAH KITA PADANYA…

(-menjadi malulah kita menyadari kadar cinta kita pada Rasulullah-shollallahualaihi wasallama-)

Banyak sekali alasan untuk mencintainya. Sosok agung berahaja itu. Manusia terbaik yang tak ingin disebut demikian. Insan yang punya amat banyak sisi untuk diteladani. Yang telah mengukirkan cintanya dengan amat dalam pada kita, ummatnya. Dengan menyebut-nyebut kita sebagai saudaranya. Seberapa besar kadar cinta beliau kepada kita, ummatnya. Tak usah ditanya. Lihat saja dalam lembaran perjalanan da’wah beliau di tho’if. Saat pedasnya penolakan diikuti derita lemparan batu oleh penduduk. Beliau malah menolak tawaran malaikat penjaga gunung untuk menimpakan sebuah gunung besar diatas penduduk durhaka tersebut. Dan dengan penuh cinta, beliau menjawab, “Tidak, aku berharap dari keturunan mereka nanti akan muncul generasi yang meng-esakan Allah“. Lihatlah bagaimana Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallama- menyimpan cinta dan harapan untuk kita, ummatnya. Dan itu baru satu bukti sejarah cinta beliau pada kita.

Uda pikir. Perlu bagi kita. Untuk berkaca sejenak pada cinta para sahabat. Uda akan lampirkan kisah seseorang. Sahabat terbaik Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallama-. Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau menyimpan banyak kisah kecintaan pada Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallama-. Dari mulai persaksiannya akan kebeneran penuturan Rasulullah. Tentang ajaibnya kisah Isra’ Miraj. Kisah yang terdengar mustahil bagi orang-orang yang memuja logika.  Juga terlihat pada kesetiaan beliau saat menemani aktivitas hijrah Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallama-. Aktivitas yang dikepung banyak bahaya. -Edisi lengkapnya, Sobat

SESALAN EMPUNYA SAKU KOSONG

SESALAN EMPUNYA SAKU KOSONG

(-untuk bapak kelam-bapak kelam dengan tiga kerupuk putih di genggamannya-)

Uda keluar dari halte terakhir. Halte Sunan Giri. Uda menyeberang. Kemudian menaiki angkot nomer 04 jurusan Rawasari-Cililitan. Sepanjang perjalanan, Uda asyik mendengarkan alunan musik dari perangkat mp3 player portable Uda. Sambil sesekali memperhatikan sekitar.

Melewati kawasan jajanan, Uda melihat-lihat menu yang disajikan. Ada jajajan laut, bakar-bakaran, goreng-gorengan. Kuali penggorengan ekstra lebar untuk membolak-balik martabak. Asap-asap mengepul dengan bau daging menyengat, ditambah bumbu-bumbu kacang. Sate dari dua pulau berbeda. Sate Madura dan Padang. Pengunjung pun benar-benar penuh sesak. Uda coba perhatikan warung makan mana yang berhasil menyedot banyak peminat. Meskipun itu juga tidak menjamin apapun. Bisa saja, alasan mereka ramai datang, bukan karena sedapnya sajian disana. Namun karena memang sedang malasnya mereka mengolah makanan. Yang memerlukan pengorbanan yang cukup besar. Waktu maupun tenaga.

Uda baca satu persatu menu-menu itu. Uda coba ingat-ingat mana yang kelihatan menarik selera. Siapa tahu, pada suatu kesempatan Uda bisa mengajak Bidadari ke salah satu tempat disana. Tempat yang menyajikan santapan-santapan favorit.

Melewati lapak terakhir. Sebuah gerobak dorong yang juga difungsikan sebagai warung. Disini biasanya menyediakan kopi sachet, sebungkus rokok, permen, makanan kecil, atau minuman-minuman dingin. Tidak ada yang menarik. Namun disebelah gerobak warung itu, yang samar-samar gelap. Uda melihat Bapak-Bapak itu duduk jongkok. Bapak hitam kelam. Legam. Sangat kumal. Dan di tangannya ada tiga kerupuk terung berwarna putih. Ia genggam. Beberapa saat kemudian, dengan amat kelaparan ia melahap satu kerupuk terung itu. Mengunyah-ngunyahnya dengan cepat dan penuh nafsu. Sangat kontras dengan segerombolan orang yang sedang asyik berhaha-hihi di sebelahnya. Dalam sebuah tenda warung pecel lele. Mengunyah ayam goreng dengan lahap sambil beberapa kali meng-udapte status facebooknya lewat hape keluaran terbaru. Silahkan lengkapnya, Sobat…

SEPAKAN TERINDAH

SEPAKAN TERINDAH

(-sepakan kecil dan manja-)

Banyak sepakan-sepakan indah tercipta dalam sejarah sepakbola. Ada sepakan berbelok indah ala Bechkam. Ada pula sepakan voli pelangi gaya Van Basten. Semuanya mampu membuat penonton histeris. Terkagum dan berdecak. Bahkan mungkin rekan satu tim atau lawan tandingpun terpesona dibuatnya. Namun lain lagi bagi Uda. Sepakan indah itu mencatatkan diri di sejarah hidup Uda pada Senin, 10 Mei 2010 lalu. Dan lucunya Uda tidak melihat langsung sepakan bersangkutan. Tapi mendengar kabar sepakan itu, Uda langsung mengharu biru. Terpesona dan berbinar dalam nuansa syukur bahagia. Adakah sobat tahu, sepakan macam apa yang bisa sebegini hebatnya?

Sepakan ini berlangsung bukan di lapangan. Bukan pula diproduksi pemain kelas bintang. Sepakan ini cuma sepakan kecil. Sepakan yang terekam di dalam rahim bidadari Uda. Tendangan-tendangan kecil. Calon buah hati Uda itu menendang-nendang. Lucunya ibunya (bidadari Uda-red) selama ini tidak bisa merasakan sepakan-sepakan itu. Karena usia kandungannya memang belum pada usia yang dapat merasakan sepakan itu (18-20 minggu). Dengan bantuan alat canggih bernama USG, barulah bidadari Uda itu sadar akan sepakan-sepakan kecil itu. Malamnya, dengan riang, ia ceritakan pada Uda tentang senangnya ia ditendang-tendang. Ia ceritakan bagaimana lincahnya si kecil bergerak. Lalu ia tunjukkan jepretan itu ke Uda. Jepretan gambar si kecil di rahimnya. Meski cuma siluet, Uda tahu jundi Uda itu bahagia. Bermain amat girang di rahim. Sebuah tempat yang memang sesuai namanya, penuh kasih sayang bunda. Sepaklah, Jundi….. Menendang-nendanglah dengan manja. Kami berdua mengerti. Dirimu sudah tak sabar ingin menjumpai ayah dan bundamu. Kami juga, Cinta..…

*Menyepaklah dengan riang, tunjukkan optimisme-mu jundi…

“GODDA, GODDA”, PENGAMEN DI BUSWAY

“GODDA, GODDA”, PENGAMEN DI BUSWAY

(-Mengelola — Kebebasan-)

Lokasi syuting   : ruang tamu busway  // Waktu syuting   : lepas maghrib

Setelah sukses merilis tulisan: Menikmati keterbatasan. Uda terpancing untuk meluncurkan sebuah tulisan pengimbang. Kebetulan sore itu, Uda dikaruniai Allah kejadian yang pada kesempatan ini akan Uda ceritakan ulang.

Seperti biasa (lihat tulisan Miris, Dalam Dua Rasa) Uda kembali berbaris tragis, dalam antrean yang panjang tak tertanding. Padahal Uda sudah berkorban untuk pulang lebih awal, dengan sedikit harapan bahwa Uda bisa menghindari arus padat antrean manusia di halte terpadat pertama di dunia ini. Halte Dukuh Atas.

Tapi, tak usahlah disesali, karena semua orang pun bisa jadi saat itu berpikir satu gaya dengan Uda. Jadilah sore ini merupakan puncak segala kemacetan. Mungkin sobat akan kaget, saat Uda terangkan bahwa jarak tempuh jernih dari kantor uda ke rumah adalah cuma 50 menit. Namun kenyataannya, jarak itu harus dihitung kotor. Malang tak dapat Uda usir. Waktu antrean ternyata jauh lebih lama dibanding waktu tempuh tadi.  Sejak jam lima Uda ikut dengan tertib pada barisan antre, jam setengah tujuh baru Uda bisa menginjakkan kaki di lantai busway. kalau Sobat masih berniat baca lengkapnya,<b> klik aja</b>

MENIKMATI KETERBATASAN

MENIKMATI KETERBATASAN
Lokasi syuting: dapur kantor
Waktu syuting: 6 Mei, menuju Ashar

Mas, gelas ini bersih, kan?” seorang rekan kerja menghampiri Uda yang sedang menyeduh kopi. Ia menyodorkan cangkir gelas di genggamannya kearah Uda. Dari ekspresinya, sepertinya ia ingin Uda mengamat-amati gelas itu. Membantunya menyimpulkan bahwa cangkir kaca itu aman untuk menampung minuman yang akan dikonsumsinya. Sambil menuangkan air ke cangkir, Uda berseloroh, “Insya Allah, kadang terlalu curiga itu gak baik lho..” Rekan uda tersenyum dan mengangguk dalam hati. Mudah-mudahan ia paham apa yang ingin Uda sampaikan dalam selorohan Uda itu….

Terbatas..

Obrolan dengan rekan Uda ini, membuat Uda mencoba mengingat-ingat. Uda tersenyum memikirkan bagaimana seandainya jika perangkat-perangkat yang kita miliki ini tidak terbatas fungsinya. Mata rekan Uda tadi misalnya. Andaikan ia seperti mikroskop. Bisa saja ia tidak akan meneruskan niatannya untuk menggunakan cangkir kaca itu. Karena disana mungkin bersemayam benda-benda kecil yang menjijikkan, semisal kotoran kuman, jejak becek langkah kaki bakteri, ingus virus, dan pemandangan-pemandangan menakjubkan lainnya. Jadi nikmatilah keterbatasan pandang mata sobat semua. Bersyukur dalam keterbatasan itu. ke versi lengkapnya ya, Sobat….