“KENALIN NON, AYE JAKARTE…”

“KENALIN NON, AYE JAKARTE…”

Setahun lebih bercengkrama dengan Jakarta, permaisuri uda masih belum menemukan sesuatu yang istimewa selain macet dan harga barangnya yang melangit. Ia masih saja menganggap Jakarta tak jauh beda dengan kota lain termasuk kota kelahirannya, Purwodadi. Seliweran mitos bahwa Jakarta sarat kriminalitas, rentan dijejali aksi-aksi kejam bajingan sepertinya memang cuma tahayul saja. Semua masih sangat biasa sampai tragedi siang kemarin. Saat sang jakarta itu menghampiri permaisuri uda yang tengah mengayuh sepeda ontel merah mudanya. Ia singgah ditemani senyumnya yang lebih mirip seringai. “Kenalin, Aye yang Namenya Jakarte, Non” Amat cepat ia mengenalkan diri. Lalu kabur membawa serta tas jinjing permaisuri uda lengkap bersama isinya.

Puas bercengkrama dengan buah hati kami, permaisuri mengayuh kembali sepeda ontel pinknya menyusuri rute rutinnya menuju kantor. Terik siang kali ini lebih memanggang dari biasa. Permaisuri lalu mempercepat putaran sadel. Di gang kecil dekat kantor kembali laju sepedanya diperlambat demi menghindari buasnya polisi tidur. Lima puluh meter, kemudian berbelok ke kanan memasuki gang yang lebih sempit. Lengang sekali suasana di gang itu. Maklum, tengah hari begini penghuni rumah sedang tak di rumah,  mereka sibuk di tempat kerjanya masing-masing. Yang tinggal cuma pembantu dan anak-anak kecil. Mendengar derum sepeda motor dari belakang, permaisuri berhenti. Motor itu dihela pelan dan seperti hendak menyalip. Takut terserempet, permaisuri menepi ke pinggir jalan menanti motor itu melaju di depan.

Sangat tenang pengemudi motor itu memepet permaisuri lalu meraup tas jinjing yang berada di keranjang depan ontel. Permasuri terkejut bukan kepalang. Bagai melihat tahayul menjadi nyata. Pengemudi motor kurang ajar itu benar-benar persis setan-setan murahan bioskop yang muncul mengagetkan penonton dari kolong kasur. Permaisuri uda gemetar. Bahkan bibirnya tak mampu bergerak meneriakkan gelaran si maling. “Copeee….Couppp..” Suara itu lebih mirip penyanyi yang baru kelar konser tiga hari tiga malam non-stop. Mencontek iklan produk sebuah pabrik mobil, suara itu ‘nyaris tak terdengar’.  Sejurus kemudian permaisuri sibuk mengingat gelaran yang serasi untuk penjahat tak tahu diri barusan. Copetkah? Maling? Rampok? Begal? Kunyuk? Bajing? Oh, iya ‘teng-nong: Jambret’ dink. Saat sebutan yang tepat didapat, jambret itu sudah raib ditelan tikungan. Permaisuri mengucek-ngucek mata dan masih berharap semua ini mimpi belaka. Dicubit-cubitnya pipinya yang gembul. Sebagaimana biasa, tetap terasa sakit. Dikedip-kedipkannya mata sipitnya. Tak ada kasur, tak ada guling, ia masih di gang sempit ini. Masih gemetaran.

Menyadari hidup tetap harus berlanjut, meski masih lemas oleh rasa kaget, permaisuri paksakan mengayuh ontelnya dengan lunglai. Airmata rasanya sudah tak bisa ia tahan untuk mengalir. Bukan isi tas jinjing itu yang ia risaukan. Namun keterkejutan yang bagai melihat hantu ini yang amat menganggu. Apalagi saat ia sadar bahwa tadi pagi ia juga tak sempat mendirikan dhuha. Dengan lapang, perlahan diterimanya nasihat sayang dari Rabbnya ini. “Allahummaghfirliy…

Petang uda pulang dan menyaksikan permaisuri merenung diam di pojok kamar.  “Kenapa Dik, kok masih tampak murung?”. Permaisuri uda berbalik, mengepalkan tangan dan berujar garang “Kok  tadi gak kepikiran Ani tendang aja motornya, ya, Da…”.  Hehehe…

*pesen sponsor [dari permaisuri] : Dicelakai membuat kita sadar arti ‘selamat’, alhamdulillah

68 Responses »

  1. sang permaisuri jagoan juga ya mau nendang copet,
    jini jadi pelajaran, jangan lengah di manapun,
    alhamdulillah bunda Hanifa tak apa2 ya..

  2. Aih2..
    mantap pisan tokohnya “permaisuri”, dah ada putra soalnya ya..

    iya emang jakarta nih..
    sudah dua tahun di sini, emang perempuan agak susah di kota ini..
    salam sama permaisuri da..

  3. agak lebay tapi cukup mewakili kisah nyatanya, hehe
    pengalaman mengerikan pertama di Jakarta —dan smoga juga yg trakhir— :(

    mb monda :
    pikiran sesaat aja mb, klo dipikir2 lagi yo ga berani ntar klo jambretnya jatuh trus saya diapa2in malah berabe, hehehe

    mb fi :
    hehe, iya mb, salam balik…

  4. astaghfirullah, masih beruntung permaisuri Uda gak diapa2in sama kunyuk itu ya Da .
    semoga ini kejadaina utk yg terakhir kali.
    dimanapun kita memang perlu kewaspadaan lebih
    salam

    • benar2 pas denger itu yg uda pertama tanyain..
      alhamdulillah cuma tasnya yg dibawa lari.. :P
      benar bunda…
      waspada dan jangan lupa berdo’a..

      makasih nasihatnya bund,,

  5. Kunjungan balik..
    Kapan2 jangan dibiarkan permaisurinya pergi sendirian..
    Aku dipepet peminta minta maksa aja,takutnya bukan main,,tapi ngotot juga,ga mau kasih..hehe..
    surinya pergi sendirian..
    Aku dipepet peminta minta maksa aja,takutnya bukan main,,tapi ngotot juga,ga mau kasih..hehe..

  6. waaahhh…mengerikan juga, Alhamdulillah permaisurinya tidak kenapa-kenapa,
    hal yang paling meresahkan saat berkendara dua roda dijalan adalah menghindari copet, entah apa yang harus dilakukan saat terjadi pada diri kita, apalagi kalau seorang wanita, kebanyakan sasarannya adalah wanita…

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, Uda…

    Subhanallah, saya jadi ngeri membayangkan pengalaman yang Permaisuri lalui. Mudahan ia bisa jadi pengajaran buat kita dan selalu berwaspada kerana kita tidak tahu apa yang terjadi di depan hari. Alhamdulillah, semuanya selamat. Tidak mengapa hilang harta sedikit jangan kita hilang nyawa hanya untuk mempertahankannya.

    Didoakan Uda dan Permaisuri juga Hanifa dalam lindungan Allah selalu dalam mengharungi rencah hidup di jantung kota Jakarta.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaykumussalam.wrwb, bunda..

      hehehe, iya nih bunda jakarta emang ngeri…
      Tapi mudah2an setelah peristiwa kemarin sekarang lebih waspada…

      Aamiiin do’anya bunda..

      salam mesra juga dari Blok M, Jakarta

  8. Kalo jambret2 mah udah lazim banget di perkotaan…
    Mending jangan sampai lengah dengan barang bawaan. Naruhnya juga yang aman atau modelnya juga aman, supaya gak jadi inceran.
    Syukurlah selamat, tanpa tergores sedikitpun :)

    • iya, cuma karna permaisuri uda belum pernah ngerasain dijambret..
      pengalaman pertamanya jadi gak lazim mbak..
      yup, lain kali lebih waspada lagi..
      alhamdulillah, masih dilindungi Allah.. :D

  9. jadi ingat waspadalah…waspadalah…. kejahatan tidak hanya terjadi di jalan besar tapi kejahatan juga bisa terjadi di gang kecil… SELAMAT dari kejahatan menjadi kata kunci…
    #salam kenal

  10. Pingback: Penghargaan Untuk Sahabat1 « Batavusqu

    • gimana caranya bikin nyaman jakarta ini?
      hehehe.. pengen sekali-sekali gak was-was pas di kereta, bis…

      alhamdulillah, permaisuri uda baik-baik aja..

  11. Apa permaisuri lagi nggak ada pengawalnya Da? :)
    Biasanya kan ada paspampres..hihihi…

    Salam kenal buat Uda dan permaisuri.
    Makasih sudah mampir di ‘rumah’ saya…

    • hehehe..
      paspampresnya lagi kerja..
      jadi si kunyuk maling itu selamet deh jadinya.. :P

      salam kenal mbak dewifatma..
      sama2, karena telah bersilaturahim balik..

  12. salam untuk permaisuri ya da. kapan2 diajakin kursus beladiri untuk perempuan da. biar kapan2 bisa deh kesampaian tendang si motor hantu itu.

    • yup, pengen sih uda ngajarin sendiri…
      tapi permaisuri uda belum tertarik..
      belum terlalu urgen katanya.. :D

      ntar deh pas sama uda aja nendang motor kunyuk itu..

      makasih kunjungannya, sobat dhilla..

  13. Untuk Uda dan Permaisuri,

    Hari ini tanggal 3 Juli 2011. Dua tahun tepat kalian berdua hidup berdampingan, hadapi suka dan duka. Waktu yang dua tahun adalah relatif sangat singkat untuk memantapkan jalannya bahtera yang kalian tumpangi. Samudera masih luas yang harus kalian arungi. Hanya saling pengertian dan saling memaafkan semua akan berjalan lebih lancar.
    Karena masing2 meniti karir dan memiliki kesibukan sendiri2. Maka memanfaatkan waktu sebaik2nya adalah kunci sukses perjalanan kalian berdua.

    Sikecil sebagai buah cinta kalian tentu sangat mendambakan kehangatan pelukan kalian berdua selalu. Cinta bertiga akan berkembang semakin hangat dengan siraman cinta dan perhatian.

    Doa Eyangkung dan SELAMAT untuk kebahagiaan kalian bertiga
    Yogyakarta, 3 Juli 11

    • sepakat dan sudah membacanya di kolom antum… :D
      tapi mudah-mudahan muncul kewaspadaan dan ketenangan sehingga kita lebih sigap…
      dan tidak menjadi ‘lemah’..

  14. Sekalinya uda apdet blognya malah isinya malah permaisuri yang kejambretan,,
    SEmoga diberi ganti yang lebih baik ya da,,
    salam buat permaisuri agar lebih berhati-hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s