Category Archives: pekan satu

MARI TANAM, SEJUTA MEMULAI..

MARI TANAM, SEJUTA MEMULAI..

Memulai itu bukan yang pertama. Memulai dan meniatkan. Ada keterkaitan, tapi bukan korelasi sinonim. Uda pikir yang lebih tepat adalah korelasi urutan. Mana pertama dan mana yang dikemudiankan. Sebab memulai adalah melaksanakan apa yang sebelumnya diniatkan. Dan bukan meniatkan yang akan dilakukan. Tak terlalu salah rasanya kalau Uda sebut memulai sebagai aksi dari niat. Melaksanakan apa yang ada di hati dan tersimpan dalam pikiran.

Memulai juga bukan serampangan. Ia bukan gerak spontan. Asal jadi dan diselimuti kenekatan. Perlu bibit pemikiran mendalam dan benih keberanian untuk tumbuh mekarnya bunga memulai ini. Sehingga ia bisa tumbuh tidak liar. Tapi cantik, tertata. Menyejukkan pemandangan.

Tak kalah pentingnya, memulai tak boleh berjalan sendirian. Ia perlu seorang kawan. Kawan yang harus diperlakukannya dengan mulia. Kawan yang sekarang sudah semakin jarang ditemukan. Istriqomah. Sehingga si memulai tak cepat mati di jalan. Mati bosan. Gugur dalam kejenuhan.

satu orang dengan berjuta memulai

BISMILLAH DAN ASTAGHFIRULLAH..

Susah sekali memulai perilaku-perilaku baik. Alam pikiran kita seperti diganggu. Dan sebenarnya memang diganggu. Oleh dua musuh abadi kebajikan. Duet antara setan, si penipu licik dan Nafsu, sang musuh dalam selimut. Kadang-kadang mereka meniupkan kesulitan dan kesusahan. Dan kalau gagal, ditempuhlah jalan terakhir. Menodai ibadah kita tadi dengan kebanggaan berlebih (atau biasa digelari riya).

Benar, sobat. Susah memulai Kebaikan. Maka kita butuh bantuan. Bantuan dari Yang Maha Memudahkan. Allah ‘azza wa jalla. Bismillah. Mudahkan setiap aktivitas shalih dan kebaikan yang akan kami mulai. Dan kirimkan sahabat kami, sang istiqomah sebagai teman pengembaraan. Agar ghirah kami selalu terang bersinar. Dan berkahi apa-apa yang akan kami persembahkan untuk-Mu. Maka mulaikah kebaikan. Dan jangan berhenti. Lanjutkan.

Di sudut lain tak seperti perilaku baik. Amat mudah bagi kita untuk memulai kebejatan dan maksiat. Pintu-pintu menuju kesana memang sengaja ditunjukkan setan. Dan celakanya, selalu direspon positif oleh nafsu. Namun terkadang hati nurani dan keimanan yang terusik akan membuat kita segera tersadar. Di tengah sedang memulai kebejatan, segeralah berbalik arah. Astaghfirullah. Maka mohonlah ampunan. Dan jangan lanjutkan. Ataupun jangan ulangi. Hentikan Baca artikel ini setengah-setengah. Baca yang lengkap aja, ya…