*Kabar Ramadhan Uda, Edisi Qiyaam…
“Ayah, satu juz…..Yah” selepas sholat Isya, seorang anak yang berada di sebelah kanan Uda menyapa dengan gundah ayahnya yang sedang larut dalam dzikir di baris kiri depan Uda. Uda masih bingung kemana arah pertanyaan anak ini. Namun uda lanjutkan melihat ekspresi sang ayah demi mendengar pertanyaan si anak. Sang Ayah memandang penuh cinta pada anaknya. Melumat keluh kesah itu dalam-dalam dengan senyuman bijaknya. Dan dengan satu kedipan mata pelan, ia mengamini pertanyaan anaknya. Sang anak mendesah, tetap mengeluh. Ia sadar, usahanya untuk melarikan diri dari ritual tarawih, gagal total. Ia tak berani pulang sementara ayahnya masih kokoh duduk disana. Uda tersenyum melihat dialog sederhana mereka berdua.
Di papan pengumuman Uda membaca sebuah pengumuman singkat, “Insya Allah malam ini kita akan sholat tarawih satu juz, bersama Al-Hafidz…” Waduh. Tidak seperti pekan kemarin, dimana Uda berhasil mengelana ke masjid lain. Malam jum’at ini Uda benar-benar lupa kalau di Masjid dekat rumah ada program tarawih satu juz. Dan beberapa jama’ah tampak undur diri. Sepertinya mereka tidak berminat untuk mengikuti tantangan satu juz malam ini.

suguhan satu juz aroma mekkah
“Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh”. Imam masjid memberikan pendahuluan, “Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Imam Syafi’i selama Ramadhan mengkhatamkan tilawatil qur’annya sebanyak dua kali. Pertama dikhatamkan dalam sholat dan kedua di luar sholat. Malam, ini kita hanya akan menghabiskan satu juz. Jauh amat sedikit dibandingkan dengan beliau” kata-kata beliau begitu memotivasi Uda. Iya juga, satu juz, tidak ada apa-apanya dibanding dua kali khatamnya Imam Syafi’i. Subhanallah, Pak Imam mengembalikan semangat juang Uda untuk menikmati tarawih satu juz malam ini.
Ceramah ditiadakan. Al-Hafidz maju menggantikan Imam masjid, komando sholat diambil alih. Lalu beliau memulai takbir, “Allahu Akbar”, dan mengalirlah ayat-ayat indah juz dua dari bibir Al-Hafidz, “Sayaquulussufahaa…..”. Ya Allah, nikmat sekali bacaan Al-Hafidz ini. Uda pejamkan mata sejenak. Sungguh serasa berada di Masjidil Haram, ditemani tartil merdu Imam As-Sudais dibawah keteduhan awanan khusyuk.
*Jika ada yang berminat menikmati suguhan satu juz aroma mekkah, silahkan berkunjung ke Masjid Baitus-Salam, belakang Kantor Bea dan Cukai