<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Silaturahim Kata</title>
	<atom:link href="http://berbagicoretan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://berbagicoretan.wordpress.com</link>
	<description>mari jalinkan hati yang terserak bagai huruf menjadi kata, kalimat, paragraph, bahkan sebuah cerita. Cerita yang kaya hikmah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 07:09:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='berbagicoretan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Silaturahim Kata</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://berbagicoretan.wordpress.com/osd.xml" title="Silaturahim Kata" />
	<atom:link rel='hub' href='http://berbagicoretan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AMNE-SIAL</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/12/30/amne-sial/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/12/30/amne-sial/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 03:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kejadian ajaib muncul akibat penyakit akut ini. Namun hampir tak ada yang membawa untung. Semuanya hampir cuma menyajikan  kesialan. Makanya kebiasan buruk ini uda sebut amnesial. Istilah gampangnya dari lupa yang bawa sial. Gerimis yang semakin lama semakin menambah kapasitas pasukannya berhasil memaksa uda dan para pengendara lain menyelubungi diri dengan mantel parasut yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=569&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://longlivejudyism.files.wordpress.com/2010/11/don__t_forget_to_smile_by_babyeyes.jpg?w=343&#038;h=458" alt="" width="343" height="458" /></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Banyak kejadian ajaib muncul akibat penyakit akut ini. Namun hampir tak ada yang membawa untung. Semuanya hampir <em>cuma</em> menyajikan  kesialan. Makanya kebiasan buruk ini uda sebut amnesial. Istilah gampangnya dari lupa yang bawa sial. </em></span></p>
<p>Gerimis yang semakin lama semakin menambah kapasitas pasukannya berhasil memaksa uda dan para pengendara lain menyelubungi diri dengan mantel parasut yang untungnya sempat terbawa. Mengendara menerabas gerimis lumayan lebat macam begini sebenarnya bisa jadi romantis andai saja ada permaisuri uda memagut dari belakang. Namun jadi menyebalkan karena mantel hijau ini ternyata tak cukup hangat untuk menggantikan permaisuri.</p>
<p>Sebelum memasuki ruangan kantor di lantai empat, uda membasuh muka di toilet lantai dasar. Tabiat mulia bersih-bersih inilah yang akan menjadi pemantik petaka nantinya. Uda naik lalu bergabung dan bercengkrama bersama kawan-kawan kantor. Gelak tawa lepas, sindir menyindir pedas.</p>
<p>Masuk jam sarapan, uda cek bawahan meja. Uda utak atik berkas-berkas. Tetap tak menemukan barang yang uda cari. Sebungkus sarapan bingkisan istri. Menyerah, uda substitusi sarapan itu dengan secangkir besar kopi. Memasuki jam makan siang, sembari turun sembahyang, uda coba telisik ulang ke motor. Tetap nihil tanpa hasil. Uda putari ruangan kantor dengan seksama dan masih tak menemukan bekal itu. Lagi-lagi menyerah dan keluar makan siang bersama Harestya, rekan yang juga sering terjangkit amnesial. Jam lima sore waktu pulang, kembali uda telusuri bekal itu. Uda toleransi rasa penasaran uda sampai tiba maghrib. Selepas sembahyang uda niatkan langsung pulang dan mengikhlaskan bekal itu pada penyakit amnesial uda.  Kembali terjadi perkara ajaib. Kunci uda tak ada tempat. Bergantian uda geledah kantong rompi, jaket, celana, rak meja, tas. Cuma dengusan napas putus asa yang terhembuskan. Lalu memori itu lamat-lamat kembali, perlahan dan ringan sampai akhirnya menyeruak paksa hadangan si penyakit amnesial.</p>
<p>Memori mengantarkan uda pada tempat pemantik perkara. Tempat tabiat mulia uda mulai. Kloset lantai dasar. Uda berlari kesana untuk kecewa. Barang itu sudah tak disana. Uda tanyakan penunggu ruangan. Tanpa menyan dan dupa ia bilang bahwa barang itu berada di pos satpam. Uda sampiri dan akhirnya bertemu muka dengan bekal itu berikut kunci motor. Bahagia sekali rasanya, hampir serupa dengan bahagia rekan uda, Haretsya saat mendengar uda mengisahkan cerita ini. Yang juga segembira istrinya saat diceritakannya ulang kisah ini menjelang tidur, tanpa istrinya tahu bahwa bisa jadi penyakit amnesial suaminya lebih akut dari uda. Sebenarnya uda juga sudah agak lupa siapa diantara kami yang lebih kronis. Oh, dasar kau amnesial!</p>
<p><span style="color:#800000;">*<em>Ditulis untuk kawan sesama penderita amnesial. <strong>Ingatlah</strong> &#8211; lupakan saja semua kesialan akibat amnesial kita. Ingatlah yang manis manis dan maniskan yang pahit-pahit. Semua tentu akan semakin mekar indah. </em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=569&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/12/30/amne-sial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://longlivejudyism.files.wordpress.com/2010/11/don__t_forget_to_smile_by_babyeyes.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BARU SEKARANG, OH UDA MERASAKAN</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/11/25/baru-sekarang-oh-uda-merasakan/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/11/25/baru-sekarang-oh-uda-merasakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 04:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Uda]]></category>
		<category><![CDATA[Roman Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Pelaku utama     : uda Waktu kejadian : 20.30 tanggal 22 november 2011    Hehehe, mirip syair dangdut jaman kapan dulu, ya? Tulisan ini tak akan bercerita tentang ketipung, lagu, ataupun goyang pinggul. Namun tentang fragmen parodi dari sebuah elegi kerinduan. Sebuah pemahaman yang kemudian boleh jadi muncul sedikit telat. Jika masih ada yang mengerutkan kening [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=555&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><em>Pelaku utama     : uda</em></address>
<address><em>Waktu kejadian : 20.30 tanggal 22 november 2011</em></address>
<address> </address>
<p><em> Hehehe, mirip syair dangdut jaman kapan dulu, ya? Tulisan ini tak akan bercerita tentang ketipung, lagu, ataupun goyang pinggul. Namun tentang fragmen parodi dari sebuah elegi kerinduan. Sebuah pemahaman yang kemudian boleh jadi muncul sedikit telat. Jika masih ada yang mengerutkan kening tanda penasaran akan korelasi antar kalimat diatas mari kita lanjutkan dengan bertamu ke paragrap dibawah.</em></p>
<p><em><a href="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/11/burung-cinta-rindu-edited.jpg"><img class="alignleft wp-image-561" title="burung-cinta-rindu-edited" src="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/11/burung-cinta-rindu-edited.jpg?w=371&#038;h=254" alt="" width="371" height="254" /></a></em>Langit beranjak gelap saat uda mendekati pagar kontrakan. Seperti biasa rengek gembira Hanifa menyambut dari dalam kontrakan. Amat bergairah dan bertenaga sampai suaranya berontak keluar menyambangi telinga uda. Uda parkir Spuki  dan preteli  masker, sarung tangan, dan kresek berisi bekal. Uda singkap tirai kamar. Bukan permaisuri yang ada disana. Malah si mbah yang sedang asyik bercengkrama menemani  Hanifa. Uda lihat ke dapur, kosong. Di kamar mandi juga nihil. Ada sebentuk rindu hadir. Namun secara tak terbendung rasa gelisah juga turut mampir “<em>U</em><em></em><em>mmi m</em><em></em><em>asih ada acara di kantor, Bi…Tadi nelpon ke eyang sebelah</em>” terang si mbah yang menyadari keterkejutan uda.  Tangan Hanifa menggapai-gapai<em></em> minta dipangku. Uda angkat sekali ayun. Uda tempelkan pipinya sehingga pipi kami saling bertemu. Uda dekap ia tak terlalu lama. Sampai kemudian ia kembali meronta minta dikembalikan pada si mbah. <em>Hehe, cuma ucapan selamat datang rupanya ya, Nak. Bukan minta digendong beneran..</em></p>
<p>Tak ada hape di tangan untuk mengusir resah. Uda gali-gali isi tas sampai akhirnya menemukan hape feleksi yang lama tak diketemukan. Uda pencet tombol kehidupannya. Ia hidup sebentar untuk kemudian kembali mati. Uda duduk sebentar mencoba memutar otak. Uda obrak abrik laci kecil. Kemudian menggenggam beberapa recehan uang logam dan beranjak tergesa ke telepon umum di ujung gang kontrakan. Sambil sesekali memperhatikan gelagat sepeda ontel pink milik bidadari yang mungkin melintas. Uda masukkan beberapa keping receh sampai kemudian menyadari usaha itu sia-sia. Karena telepon umum tak berkorelasi dengan hape. Haha, mereka belum melakukan merger mungkin, entahlah.</p>
<p>Dengan kegelisahan yang sama sekali belum menyusut uda sambangi gang depan kontrakan yang dekat dengan keramaian. Uda perhatikan orang-orang. Adakah wajah ramah yang bisa dimintai infaq pulsanya. Tampaknya belum ada yang mendekati potensial. Uda urungkan ide mengemis pulsa itu. Sambil mencari alternatif lain.</p>
<p>Uda sudah duduk berhadap-hadapan dengan sebuah situs chatting. Uda temukan beberapa kawan masih siaga di dunia mayanya. Beberapa orang uda sapa. Belum ada respon dan kegelisahan ini semakin menggila saja. Rindu uda sudah bertumpukan dengan kecemasan berlebih. Sampai seorang kawan diujung sana menanyakan keperluan uda. Sebut saja namanya Pipit. “<em>Kenapa mas Ki’?</em>” uda sampaikan hajat uda padanya, “<em>Hubungi istri uda dong. Hape uda ga ketemu. Ke 0813-xxxx-xxxx, ya. Nanya aja ke beliau lagi dimana. Maaf merepotkan, Pit..  Khawatir nih uda soalnya.</em>” Penjelasan Pipit yang menutup perbincangan kami melegakan hati uda “<em>Lagi lembur mas katanya. Tapi ni dah OTW ke rumah</em>”.</p>
<p>Di rumah, rampung mandi permaisuri uda tersenyum menyambut. Uda coba tafsirkan arti senyuman misterius itu. Inilah mungkin gejolak rasa permaisuri uda selama ini jika uda pulang malam tanpa kabar. Malam itu senyap memagut elegi rindu uda. Pemahaman terlambat yang menuntun ke perenungan. Namun tak lama semua cair, parodi yang baru saja uda rasakan mengurai gelak tawa kami dan menyisip hikmah teramat kental.  Sekental kopi yang uda minta permaisuri buatkan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>* Tulisan yang hadir untuk merangkum penyesalan mendalam, yang mudah-mudahan diikuti oleh aksi insyaf </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=555&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/11/25/baru-sekarang-oh-uda-merasakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/11/burung-cinta-rindu-edited.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">burung-cinta-rindu-edited</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menapak Satu Tahun</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/11/22/544/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/11/22/544/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 09:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[deary BIDADARI]]></category>
		<category><![CDATA[diary uda]]></category>
		<category><![CDATA[hanifa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Pemeran utama: Hanifa Ayyasy Reeda Waktu                  : 21 November 2011 Hari ini setahun bulat sudah usia Hanifa, cahaya mata permaisuri dan uda. Ia sudah memutari satu lingkaran penuh keceriaanya. Dan semoga akan terus begitu, ceria dan bahagia melingkupi keseluruhan hidupnya.  Lagi-lagi tak ada jamuan kue manis dan ritual tiup lilin. Cuma satu kecupan pelan uda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=544&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><em>Pemeran utama: Hanifa Ayyasy Reeda</em></address>
<address><em>Waktu                  : 21 November 2011</em></address>
<p><em><a href="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/11/9.jpg"><img class="size-medium wp-image-545 alignnone" title="#9" src="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/11/9-e1321953797626.jpg?w=275&#038;h=300" alt="" width="275" height="300" /></a></em></p>
<p><em>Hari ini setahun bulat sudah usia Hanifa, cahaya mata permaisuri dan uda. Ia sudah memutari satu lingkaran penuh keceriaanya. Dan semoga akan terus begitu, ceria dan bahagia melingkupi keseluruhan hidupnya.  Lagi-lagi tak ada jamuan kue manis dan ritual tiup lilin. Cuma satu kecupan pelan uda di keningnya sepulang kerja. Meski lelap, ucapan lewat kecupan itu tampaknya sampai ke hatinya. Yang kemudian membuatnya menggeliat sebentar lalu membingkis senyum meski teramat tipis dan singkat.</em></p>
<p><em> </em><strong><em>Da-Da, Tepuk Tangan, dan Allo…</em></strong></p>
<p>Setahun ini banyak yang sudah ditiru bahkan diinovasi oleh Hanifa. Yang takkan terlupa, ucapannya saat melepas  uda bekerja. Celetukannya ketika uda yang sudah siap menunggangi Scopy, “<em>Da-da-da, Da-da…</em>” tentu diiringi lambaian tangannya yang hampir persis gerakan tari holaho.</p>
<p>Saat senang dan disanjung, Hanifa akan bertepuk tangan. Dan berbunyi. Kadang juga sambil bersenandung, entah itu lagu apa. Tingkah terakhirnya, saat memainkan telepon genggam umminya. Saat diminta memperagakan atraksi menelpon maka Hanifa segera menempelkan hape ke telinganya. Dengan posisi tepat sebagaimana kita menelpon. Lalu ia mengeluarkan kata-kata lucu yang bercampur ragam, “<em>Bete-bete, waya-baaa…bete-bete,</em><em>bele</em><em>betebe…</em>” Dan tak lupa mimik yang dibuat seperti sedang berbicara dua arah. Kata permaisuri uda benar-benar persis sedang mengobrol via udara, “<em>Biiii&#8230; Papaa?”  </em>Kalau dilihat nenek mesti beliau tertawa lebar, Nak.<em><br />
</em></p>
<p><strong><em>Mmmuuah, Suapan, dan “Keluar Yuk, Bi..”.. </em></strong></p>
<p>Ciuman dengan bunyi “<em>mmmuuuaah</em>” ini peruntukannya spesial saja buat umminya. Jangan harap uda mendapat kecupan serupa. Begitupun dengan perihal memangku.  Hanifa sangat kelihatan lebih nyaman bergelung dalam dekapan permaisuri dibanding berada dalam pelukan uda. Bahkan pernah baru akan uda raih untuk dipangku, Hanifa meronta mencari umminya.  Namun saat uda tinggalkan ia malah menangis. Hehe&#8230;.satu lagi yang lucu, pernah suatu kali Hanifa digendong oleh Pakdhenya. Ia meronta namun tak menemukan satu orangpun untuk pelarian kecuali uda. Mau tak mau, akhirnya uda sukses memangkunya meski memang cuma jadi pelarian. Tak apa Nak, itu tanda Abi masih di hatimu. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat berkunjung menjenguk adik sepupunya yang baru lahir, sambil menunggu ummi bercengkrama dengan budhe, Hanifa menyuil sehelai roti tawar. Tiba-tiba ia julurkan tangannya yang berisi potongan kecil roti tadi ke mulut uda. Uda kunyah pelan sambil berlagak menikmati lalu berujar manja, “<em>Makasih Hanifa..</em>” Pakdhenya yang menyaksikan kejadian itu kelihatan juga ingin menikmati layanan istimewa itu. Hehe, Hanifa dah bikin Pakdhe cemburu tuh…</p>
<p>Dan yang terakhir adalah aksi Hanifa yang paling memnyentuh bagi uda pribadi. Mendengar deru motor uda memasuki teras, Hanifa akan segera bangkit dari posisinya. Lalu memaksa umminya mengambilkan gendongan bayi. Kemudian sambil satu tangan memegang lengan bidadari, tangan lainnya menyodorkan gendongan itu ke uda sambil tersenyum penuh harap dengan mata memelas yang teramat manja,  <em>“Keluar Yuk, Bi..”  </em><em></em></p>
<p><span style="color:#800000;"><em> *Ditulis saat teramat ingin melantunkan do’a “Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatina qurrota a’yun” </em>[Ya Allah, hibahkan pada kami pendamping dan keturunan sebagai penyejuk mata]*</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=544&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/11/22/544/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/11/9-e1321953797626.jpg?w=275" medium="image">
			<media:title type="html">#9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mukadimah Romantika Persahabatan</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/07/26/mukadimah-romantika-persahabatan/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/07/26/mukadimah-romantika-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 09:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta dua kerempeng]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[soulmate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Bagi uda, berkawan hampir mirip menyeruput kopi. Ada aroma harum, yang meski sejenak dapat melarutkan kesusahan hidup. Juga ada hangat yang tak cuma singgah di lidah namun juga berdiam lama di hati. Membuat kita lebih bergairah menggamit hidup.  Adapun rasa pahitnya yang turut mampir itulah kekayaan sebuah kopi. Itulah cita rasa persahabatan. Pahitnya itulah sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=531&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bagi uda, berkawan hampir mirip menyeruput kopi. Ada aroma harum, yang meski sejenak <em><em>dapat melarutkan </em>kesusahan hidup</em>. Juga ada hangat yang tak cuma singgah di lidah namun juga berdiam lama di hati. Membuat kita lebih bergairah menggamit hidup.  Adapun rasa pahitnya yang turut mampir itulah kekayaan sebuah kopi. Itulah cita rasa persahabatan. Pahitnya itulah sang pembuat lezat. Maka hampir tak ada kekurangan yang uda temui pada kopi ini kecuali ketika kopi ini habis dan cuma menyisakan ampas. Mudah-mudahan tidak.<br />
</em></p>
<p><em>Dan benar. Setelah menghamparkan kisah CDK, uda mendapat tulisan balasan dari sedulur sepuh kerempeng uda&#8230;</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong><em>oleh: syaifull affandi</em></strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/07/sahabat_01.jpg?w=217&#038;h=260" alt="http://jaisymuhammad.blogspot.com/2010/10/sahabat-adalah-segalanya.html" width="217" height="260" />Banyak orang bilang, <em>“seseorang itu akan menemukan jodohnya di tempat dia merantau”</em><br />
Maka aku punya yang jauh lebih baik <em>“seseorang itu akan menemukan sahabat terbaiknya, saat dia merantau”</em></p>
<p>.:Dedicated to my priceless friend:.<br />
ini adalah saat-saat awal persahabatan dua kerempeng, masih jelas dalam ingatanku.<br />
adakah demikian juga padamu?</p>
<p>Kali pertama, dia memperkenalkan diri dalam kelompok <em>“Saya mempunyai bakat dalam bidang menggambar”</em>. <em>“Wih, ni anak baru, sombong kali, (nantangin ya)”</em> begitulah yang saya rasa saat itu, maklum jiwa muda saat itu gampang terpancing hal yang remeh temeh. Sungguh saya menilai dia sosok yang akan sangat sulit didekati sebagai kawan.  <em>“Ntar lah kita liat, jago beneran apa enggak”</em> kebetulan kami satu kelompok saat orientasi mahasiswa baru.</p>
<p>Interaksi kedua, setiap kelompok ditugaskan membuat maket kampus. Secara aklamasi si <a href="../">kerempeng</a> tadi <em>ketiban</em> tugas. Dia menyambut bersenang hati. Lalu datang si tokoh antagonis (saya) dan meliat-liat pekerjaannya yang baru separo jalan, mengkritik sana-sini dengan tampang sok ketua, padahal cuma bendahara, bendahara bayangan pula. (mengenai bendahara bayangan ini, silakan tanyakan pada beliau).</p>
<p>Beberapa kalimat terucap pertama kali darinya untukku.<br />
Kalimat itu tidak benar-benar aku tangkap sempurna. Kalah oleh suasana yang melemparku jauh ke masa anak-anak. Bersama teman-teman SD, sahabat-sahabat pertama yang aku miliki. Seketika kegembiraan di masa-masa kecil tergambar begitu saja. Nostalgia sepersekian detik itu tanpa sadar merubah cara pandangku kepadanya.</p>
<p>Satu yang  kuingat, ada cengkok minang dalam bahasa Indonesianya. Tipis, tapi tidak bisa disangkal atau ditutupi. Dibesarkan dalam keluarga minang membuatku peka pada keberadaan cengkok ini. Tidak hanya mengingatkanku pada teman masa kecil, namun juga pada keluargaku di ujung kampung Solok, Sumatra Barat, pada adik dan kakak sepupuku disana.</p>
<p><em>“Anak ini, punya sesuatu yang menarik”</em></p>
<p>Saat itu dia tidak menolak satu pun kritikanku, memuji dengan panjang lebar malah, sambil bertanya, lalu dijawabnya sendiri.</p>
<p>ini&#8230; bukan kalimat anak-anak takabur. Bukan tipikal anak yang susah didekati. Bahkan sebaliknya, dia memiliki hampir semua sifat paling baik sebagai sahabat. Tidak akan merugi orang yang bersahabat dengannya (<em>insya Allah</em>).</p>
<p>Tak berselang lama, kami berdua masuk dalam satu organisai kampus yang sama. Saat itulah romantika persahabatan kami dimulai. Kami tumbuh menjadi sahabat yang saling melindungi, saling membela, saling berbagi, dan saling mempercayakan. Kami tidak akan mengkritik satu sama lain kecuali dengan cara yang paling halus, bahasa sindiran. Dengan latar belakang minang kami, tak susah menjadikan sindiran sebagai media paling bersahabat untuk mengkritik. Memang lama, berputar-putar, dan penuh basa-basi, butuh kesabaran, namun mengena, dan tidak perlu menyakiti.</p>
<p>Sesekali, pernah kami bermasalah satu sama lain. Dan itu menjadi hari-hari yang panjang buat kami (<em>setidaknya buat saya</em>). Bermasalah dengannya adalah hal yang sangat menyebalkan. Ada ego tinggi yang tidak mau dikalahkan. Lucunya, bermasalah dengannya adalah hal yang paling mudah diselesaikan. Cukup pura-pura mengajak makan malam seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bahkan pura-pura tambah marah pun jadi-lah. Beruntung, masing-masing kami tahu bahwa itu adalah cara kami berdamai.</p>
<p>Hanya dua tahun kami bersama di kampus Jakarta, namun rasanya, belum pernah <em>se-lama</em> ini bersahabat dengan yang lain. Ada banyak cerita berharga yang bisa dikenang. Dan suatu saat akan saya ceritakan kepada anak-anak saya insya Allah, tentang <em>my priceless friend</em>.</p>
<p>| semoga Allah menyenangkan hatimu akhy,, di dunia, dan di akhirat |</p>
<p>sumber: <a href="http://syaifullaffandi.multiply.com">http://syaifullaffandi.multiply.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=531&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/07/26/mukadimah-romantika-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/07/sahabat_01.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">http://jaisymuhammad.blogspot.com/2010/10/sahabat-adalah-segalanya.html</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“KENALIN NON, AYE JAKARTE…”</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/06/21/%e2%80%9ckenalin-non-aye-jakarte%e2%80%a6%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/06/21/%e2%80%9ckenalin-non-aye-jakarte%e2%80%a6%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 09:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[deary BIDADARI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Setahun lebih bercengkrama dengan Jakarta, permaisuri uda masih belum menemukan sesuatu yang istimewa selain macet dan harga barangnya yang melangit. Ia masih saja menganggap Jakarta tak jauh beda dengan kota lain termasuk kota kelahirannya, Purwodadi. Seliweran mitos bahwa Jakarta sarat kriminalitas, rentan dijejali aksi-aksi kejam bajingan sepertinya memang cuma tahayul saja. Semua masih sangat biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=504&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Setahun lebih bercengkrama dengan Jakarta, permaisuri uda masih belum menemukan sesuatu yang istimewa selain macet dan harga barangnya yang melangit. Ia masih saja menganggap Jakarta tak jauh beda dengan kota lain termasuk kota kelahirannya, Purwodadi. Seliweran mitos bahwa Jakarta sarat kriminalitas, rentan dijejali aksi-aksi kejam bajingan sepertinya memang cuma tahayul saja. Semua masih sangat biasa sampai tragedi siang kemarin. Saat sang jakarta itu menghampiri permaisuri uda yang tengah mengayuh sepeda ontel merah mudanya. Ia singgah ditemani senyumnya yang lebih mirip seringai. “</em>Kenalin, Aye yang Namenya Jakarte, Non<em>” Amat cepat ia mengenalkan diri. Lalu kabur membawa serta tas jinjing permaisuri uda lengkap bersama isinya.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mkppadhi207000006.blogspot.com/2008/10/visual-simbol.html"><img class="size-medium wp-image-515 alignleft" title="jambret" src="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/06/jambret.jpg?w=298&#038;h=300" alt="" width="298" height="300" /></a>Puas bercengkrama dengan buah hati kami, permaisuri mengayuh kembali sepeda ontel pinknya menyusuri rute rutinnya menuju kantor. Terik siang kali ini lebih memanggang dari biasa. Permaisuri lalu mempercepat putaran sadel. Di gang kecil dekat kantor kembali laju sepedanya diperlambat demi menghindari buasnya polisi tidur. Lima puluh meter, kemudian berbelok ke kanan memasuki gang yang lebih sempit. Lengang sekali suasana di gang itu. Maklum, tengah hari begini penghuni rumah sedang tak di rumah,  mereka sibuk di tempat kerjanya masing-masing. Yang tinggal cuma pembantu dan anak-anak kecil. Mendengar derum sepeda motor dari belakang, permaisuri berhenti. Motor itu dihela pelan dan seperti hendak menyalip. Takut terserempet, permaisuri menepi ke pinggir jalan menanti motor itu melaju di depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat tenang pengemudi motor itu memepet permaisuri lalu meraup tas jinjing yang berada di keranjang depan ontel. Permasuri terkejut bukan kepalang. Bagai melihat tahayul menjadi nyata. Pengemudi motor kurang ajar itu benar-benar persis setan-setan murahan bioskop yang muncul mengagetkan penonton dari kolong kasur. Permaisuri uda gemetar. Bahkan bibirnya tak mampu bergerak meneriakkan gelaran si maling. “<em>Copeee….Couppp..</em>” Suara itu lebih mirip penyanyi yang baru kelar konser tiga hari tiga malam non-stop. Mencontek iklan produk sebuah pabrik mobil, suara itu ‘nyaris tak terdengar’.  Sejurus kemudian permaisuri sibuk mengingat gelaran yang serasi untuk penjahat tak tahu diri barusan. Copetkah? Maling? Rampok? Begal? Kunyuk? Bajing? Oh, iya &#8216;teng-nong: Jambret&#8217; dink. Saat sebutan yang tepat didapat, jambret itu sudah raib ditelan tikungan. Permaisuri mengucek-ngucek mata dan masih berharap semua ini mimpi belaka. Dicubit-cubitnya pipinya yang gembul. Sebagaimana biasa, tetap terasa sakit. Dikedip-kedipkannya mata sipitnya. Tak ada kasur, tak ada guling, ia masih di gang sempit ini. Masih gemetaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyadari hidup tetap harus berlanjut, meski masih lemas oleh rasa kaget, permaisuri paksakan mengayuh ontelnya dengan lunglai. Airmata rasanya sudah tak bisa ia tahan untuk mengalir. Bukan isi tas jinjing itu yang ia risaukan. Namun keterkejutan yang bagai melihat hantu ini yang amat menganggu. Apalagi saat ia sadar bahwa tadi pagi ia juga tak sempat mendirikan dhuha. Dengan lapang, perlahan diterimanya nasihat sayang dari Rabbnya ini. &#8220;<em>Allahummaghfirliy&#8230;</em>&#8220;</p>
<p>Petang uda pulang dan menyaksikan permaisuri merenung diam di pojok kamar.  “<em>Kenapa Dik, kok masih tampak murung?</em>”. Permaisuri uda berbalik, mengepalkan tangan dan berujar garang “<em>Kok  tadi gak kepikiran Ani tendang aja motornya, ya, Da…</em>”.  <em>Hehehe&#8230;</em></p>
<p><span style="color:#800000;"><em><strong>*pesen sponsor [dari permaisuri] :</strong> Dicelakai membuat kita sadar arti &#8216;selamat&#8217;, </em>alhamdulillah<em>&#8230;</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=504&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/06/21/%e2%80%9ckenalin-non-aye-jakarte%e2%80%a6%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/06/jambret.jpg?w=298" medium="image">
			<media:title type="html">jambret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERGINYA-KSATRIA-GAGAHKU</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/05/12/perginya-ksatria-gagahku/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/05/12/perginya-ksatria-gagahku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 02:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[*13 tahun in memoriam Papa. Begitu uda panggil ksatria uda itu. Memang tak ada korelasinya panggilan ekslusif kelas atas ini dengan tingkat perekonomian kami. Semua serba pas-pasan saat itu. Rumah masih kontrakan sederhana. Bahkan demi mencari kontrakan bertarif lebih murah, sudah berkali-kali kami berpindah. Tak ada kesan serba mewah yang bisa dicicipi oleh lelaki paruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=486&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:left;" align="center"><span style="color:#800000;"><em>*13 tahun in memoriam</em></span><em></em></h3>
<p><img class="alignnone" style="border:4px solid black;" src="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/05/white.jpg?w=326&#038;h=245" alt="" width="326" height="245" /></p>
<p>Papa. Begitu uda panggil ksatria uda itu. Memang tak ada korelasinya panggilan ekslusif kelas atas ini dengan tingkat perekonomian kami. Semua serba pas-pasan saat itu. Rumah masih kontrakan sederhana. Bahkan demi mencari kontrakan bertarif lebih murah, sudah berkali-kali kami berpindah. Tak ada kesan serba mewah yang bisa dicicipi oleh lelaki paruh baya berpenghasilan betul-betul cuma cukup. Ditambah tanggungan anak empat orang.</p>
<p>Namun ksatria uda itu punya logika terbalik. Kesusahan tak boleh membuat kita menyerah kalah. Untuk akhirnya patuh tunduk pada segenap rasa prihatin berlebihan. Termasuk panggilan-panggilan yang kita ciptakan. Maka ksatria uda itu enggan menyebut dirinya dengan “Bapak” atau “Ayah” yang lebih serasi dengan kasta kami. Ksatria itu tersenyum gagah pada uda yang masih sesosok bayi. Ia bergumam optimis, “<em>Papa&#8230;Papa</em>”, lalu ia menunjuk-nunjuk ke permaisurinya yang menimang sambil sesekali mengecupi pipi gembul uda “<em>Itu Mama. Mama&#8230;Mama</em>”.</p>
<p>Ksatria itu sudah gagah semenjak lahirnya. Itu serupa takdir. Gagah yang bukan semata wajah. Sewaktu masih duduk manis di Sekolah Dasar, ibu tercintanya pamit. Pergi selamanya dan meninggalkan pesan tersirat agar sang ksatria tak cengeng. Supaya ia menyempurnakan kegagahannya. Dan ia patuhi itu dengan penuh. Ia pikul sendiri bebannya. Membiayai sekolahnya sendiri, bahkan ikut pula menanggung urusan adik beradiknya. Maka bukan cuma di mata uda. Di mata saudara, karib kerabat rekan, apalagi Mama, ksatria ini benar-benar kelihatan terang gagahnya.<span id="more-486"></span></p>
<p>Acap tersenyum uda kala mendengar kisah cinta ksatria uda dan permaisurinya. Tersipu. Begitulah ekspresi Mama saat menyadari ksatria tampan yang sedang mengokohkan atap itu juga meliriknya amat samar. Mama kemudian berlalu menggamit erat asmara yang tiba-tiba saja menyelinap ke dalam hatinya. Jadilah ia semakin sering melalui jalan yang dahulu jarang ia lalui itu. Berpura-pura membawa air, makanan dan apa saja yang nampak wajar. Pernah suatu kali ia kecewa karena ksatria yang dirindu tak sukses ia temui. Mama pulang dibalut galau. Dahaga rindunya sudah teramat sangat. Namun, di rumah ia takjub dan tepesona. Di tangan ibunya telah ada sepotong kayu. Seukuran papan nama. Terpampang ukiran nama Mama diatasnya. Dipahat indah penuh cinta. “<em>Dari ksatria gagah</em>..” nenek menggoda.</p>
<p>Ksatria itu tak banyak omong. Amat berwibawa di mata kami. Bukan berarti ia tak pernah tergelak. Uda nyaman tapi juga tak bisa serampangan di hadapannya. Pernah ksatria uda marah. Satu sebatan ikat pinggang cukup membuat kami diam dan insyaf. Kontras sekali dengan permaisurinya. Beribu kali keplokan sendal jepit, cuma kami anggap ritual biasa. Dan dalam tempo tak terlalu lama kenakalan kami bersambung kembali.</p>
<p>Satu kali, uda pulang dengan predikat jawara kelima di kelas. Tak ada sama sekali terlihat tatapan bangga darinya. Ksatria uda tak memberi tempat bagi selain juara pertama. Ia begitu ingin uda mengikut jejak sakti catatan akademiknya.</p>
<p>Uda begitu merindukan ksatria gagah itu. Kulit legamnya yang dibakar mentari karena hampir setiap hari ia bertarung di atap kala terik. Wajah tirus yang menonjolkan semua tulang pipinya. Kumis lebat dan jenggot tipisnya. Rambut hitam kemerahannya yang berombak menggelombang. Sisa-sisa kegagahannya tak jua berhasil dihapus kerasnya hidup.  Terlalu banyak alasan untuk mendambanya. Tapi tak butuh satu alasanpun bagi rindu uda untuk menuju puncaknya.</p>
<p>Setiap pulang sekolah, bahkan di jeda istirahat, masih dengan seragam putih merah, uda selalu sempatkan melongo ke jalan. Berharap ksatria yang tengah di rawat di negeri seberang pulang bersama rombongan. Sampai datang kabar yang membuat uda sontak hampa. Tiba-tiba kosong. Tak percaya. Dan berujung pada lengking raungan menyayat. Uda dekap adik lelaki uda yang masih melongo, bingung melihat abangnya menangis sejadi-jadinya. Uda kecup-kecup keningnya. Uda tulari dia dengan rasa iba.</p>
<p>Ksatria yang sudah satu tahun tak uda saksikan kegagahannya, sekarang telah pergi bersama kuda putih anggunnya. Kuda seputih awan itu membawa ksatria menuju persemayaman. Langit mendung seketika beranjak cerah. Waktu seakan menahan hujan beberapa jenak sampai ksatria dikebumikan. Setelahnya sontak lelangit bersimbah tangis. Muram gulita. Murung nestapa.</p>
<p>Ksatria itu telah pergi dan meninggalkan pesan tersurat, lewat lisannya, yang tak sempat uda dengar langsung. Sebuah amanat ditujukan untuk uda, “<em>Bujang&#8230;. Bujang, mana? Tolong sampaikan&#8230;. Jaga baik-baik&#8230;. Mama dan adik-adik&#8230;..</em>”. Cuma itu pesannya. Sebuah harap agar uda menggantikannya menjadi ksatria berikutnya. Uda tatap kuda seputih awan tunggangannya. Bulir airmata yang dari tadi beruraian uda hapus sekali usap. Benar! Bukan ksatria namanya jika rela berlama-lama menangis.</p>
<p><span style="color:#800000;">*<em>Mengenang 10 Mei 1960, hari lahir ksatria gagah uda. Dan 25 Desember 1998 dimana berpulangnya sang ksatria.</em></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><em>&#8220;</em>Do’a anakmu ini, Papa kan kembali gagah di <em>jannah</em>.<em>&#8220;</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=486&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/05/12/perginya-ksatria-gagahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>74</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/05/white.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>#CDK</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/27/cdk/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/27/cdk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 03:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kompetisi pena]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[kuis cerpelai persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[sosok itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[#CINTA DUA KEREMPENG oleh: uda riki         Sosok itu bersama senyum tipis keramatnya menyambutku. Sahabat sepuhku semenjak kuliah itu, tersenyum bagai tanpa ekspresi. Ia kulum sendiri yang ia rasa, tanpa ingin membaginya. Kemudian ditatapnya buku-buku tubuhku. Lama. Kembali ia tersenyum agak lebar. Namun masih dikulum. Senyuman tanda kebahagiaannya mendapatiku tetap patuh pada kezuhudan yang kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=470&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bangaswi.wordpress.com/2011/04/02/kuis-cerpelai-persahabatan/"><img class="aligncenter" style="margin-top:5px;margin-bottom:5px;" src="http://bangaswi.files.wordpress.com/2011/04/banner-kcp.png?w=246&#038;h=82&#038;h=82" alt="" width="246" height="82" /></a></p>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">#CINTA DUA KEREMPENG</span></h1>
<p style="text-align:center;"><em>oleh: uda riki</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">        <a href="http://bangaswi.wordpress.com/">Sosok itu</a> bersama senyum tipis keramatnya menyambutku. Sahabat sepuhku semenjak kuliah itu, tersenyum bagai tanpa ekspresi. Ia kulum sendiri yang ia rasa, tanpa ingin membaginya. Kemudian ditatapnya buku-buku tubuhku. Lama. Kembali ia tersenyum agak lebar. Namun masih dikulum. Senyuman tanda kebahagiaannya mendapatiku tetap patuh pada kezuhudan yang kami bangun bersama sejak lampau. Terbukti, postur kami masih kekal dalam kekerempengan. Sangat kentara tampak melalui tiap gerakan kami yang mirip penari kejang baru belajar. Amat rindu, kami berpelukan erat dan dekat meski agak kaku.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">        Esoknya, puas menjalari kota gudeg dengan kelelahan berjalan kaki, aku dihantarnya ke stasiun. Menunggu kereta tiba, kami lahap bekal dari eyang sepiring berdua. Betapa mesranya.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">        Kereta bertolak, matanya gerimis. Tubuh kerempengnya tersengal. Namun akhirnya di wajah tirusnya tetap disunggingkannya  senyuman tipis sebagaimana awal kami bersua. Senyum bahagia karena jauh-jauh aku kunjungi dari Jakarta. Lihatlah, senyuman itu ia kulum sendiri. Dasar! Benar-benar cara rakus dalam menikmati sebuah momen <a href="http://indahnyahidupku.wordpress.com/">indah</a>.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://berbagicoretan.wordpress.com/tag/indah/'>indah</a>, <a href='http://berbagicoretan.wordpress.com/tag/kuis-cerpelai-persahabatan/'>kuis cerpelai persahabatan</a>, <a href='http://berbagicoretan.wordpress.com/tag/sosok-itu/'>sosok itu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=470&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/27/cdk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bangaswi.files.wordpress.com/2011/04/banner-kcp.png?w=246&#38;h=82" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MEMBUJUK-PERMAISURI-NYORAT-NYORET</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/21/membujuk-permaisuri-nyorat-nyoret/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/21/membujuk-permaisuri-nyorat-nyoret/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 07:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[alasan ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[deary BIDADARI]]></category>
		<category><![CDATA[dialog soulmater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Tak bisa disangkal bahwa salah satu momen keindahan hidup adalah saat kita &#8216;laku&#8217; dan akhirnya menggamit pasangan. Namun parade termonumentalnya adalah ketika kita dan pasangan kita bergeliat dalam gairah yang sama. Salah satunya adalah gairah nge-blog.  Tanpa memungkiri, melihat beberapa pasutri yang menghamparkan romantisme di ranah maya [tentu dalam konten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=438&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#800000;">Tak bisa disangkal bahwa salah satu momen keindahan hidup adalah saat kita &#8216;laku&#8217; dan akhirnya menggamit pasangan. Namun parade termonumentalnya adalah ketika kita dan pasangan kita bergeliat dalam gairah yang sama. Salah satunya adalah gairah nge-blog.  Tanpa memungkiri, melihat beberapa pasutri yang menghamparkan romantisme di ranah maya [<em>tentu dalam konten yang tak berlebihan-pen</em>], mau tak mau rasa cemburu uda terbit juga. Lalu tanpa pikir panjang, uda mulai merengkuh permaisuri untuk ikut serta jalan-jalan dalam arena menyenangkan bertitel blog. Segala daya dan upaya uda persembahkan dalam dialog <em>via</em> <em>telechatting</em> ini untuk merekrut permaisuri uda menjadi salah satu blogger. Dialog alot bin aneh ini akhirnya uda rasa layak menjadi bahan tulisan di kala uda dihimpit gejala hiatus.</span></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Uda                 :     “<em>Dik, coba liat blog ini, kelihatannya menarik. Dua sejolilah yang <em>mengelolanya” </em></em>uda kirimkan link blog tersebut<em><br /> </em></p>
<p>Permaisuri    :    “<em>Iya, bagus kok blognya</em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em>Permaisuri juga nimbrung di blog Uda dong, sekali-sekali [</em>menyumbangkan artikel –pen]</p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Hehe… Sebenarnya tujuan nulis di blog itu apa sih, Da</em>?”</p>
<p>Uda                 :     “<em>Menurut Permaisuri sendiri apa?</em>”</p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Ngga tau, makanya tanya ke Uda, Uda kan yang aktif ngeblog <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em><strong>1. Pengembangan gaya papar.  2. Berbagi pengalaman. 3. Bisa memberi inspirasi dan motivasi juga</strong>   <strong>4. Silaturahim</strong></em> (empat alasan pertama ini masih masuk akal)<strong> …</strong><em>Gimana kira-kira permaisuri, belum berminatkah? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em>”</p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Belum berminat…hehe</em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em><strong>5. menyenangkan suami</strong> (</em>alasan yang penuh tekanan-hehe<em>)..Masih tidak berminat?</em>”, “<em><strong>6. Saling berdiskusi dengan lebih elegan</strong>..</em> <em>masih belum tertarik?  “<strong>7. Diary gratis</strong>&#8230;.  tidakkah menggairahkan?</em></p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Belum bisa menikmati, tidak pede</em>”</p>
<p>Uda        :               “<em><strong>8. Mengobati ketidakpedean </strong>(</em>ketahuan banget kemampuan jual obatnya<em>) &#8230;Cukup menjanjikan bukan</em>?”</p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Gimana, kok bisa?</em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em>U</em><em>da juga dulu </em><em>ng</em><em>ga pede awal</em><em>-awal</em><em>nya</em><em>. T</em><em>erus sekar</em><em>a</em><em>ng </em><em>malah jadi</em><em> over pede </em><em>nih, hehe..</em>”</p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Ta</em><em>p</em><em>i</em><em> </em><em>kalau A</em><em>ni m</em><em>e</em><em>rasa t</em><em>e</em><em>rpaksa </em><em>nanti, gimana</em><em>?</em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em>O gitu</em>, <em>uda lupa </em><em>ada </em><em>satu lagi tujuan nge-blog</em><em>.</em>  <strong><em>9. Menempa pribadi menjadi person yang lebih &#8220;menyenangkan </em></strong>(pemaparan gaya politikus licin)<em>. S</em><em>ekian dulu dan terima kasih&#8230;</em></p>
<p>Permaisuri    :     “<em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em>K</em><em>ok senyum?  </em><em>A</em><em>da </em><em>alasan </em><em>y</em><em>an</em><em>g bisa merubah pikirankah?   :D</em><em></em></p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Gak, belum..</em>”</p>
<p>Uda                 :     “<em>Gedubrakkkkkkk….”</em></p>
<p>Permaisuri    :     “<em>Hehehe..</em>”</p>
<p style="text-align:center;"><em>***</em></p>
<p><em></em>Tak bisa dibantah betapa tidak enaknya gagal membujuk. Namun setelah mendengarkan alasan pamungkas permaisuri bahwa tidak semua orang punya waktu luang untuk menggores. Tidak semua orang memprioritaskan nge-blog diatas kegiatan urgen lainnya. Uda tersenyum. “<span style="color:#800000;"><em>Benar sekali dikau permaisuriku, uda akan dukung hobi-mu yang lain itu. Hobi yang amat mulia. Mudah-mudahan uda malah bisa  mengikuti hobi itu</em>.</span>”</p>
<p><span style="color:#655734;"><em> </em><em>*) Untuk seorang permaisuri yang cuma ingin menikmati tulisan uda tanpa ingin ikut mencorat-coretnya. </em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=438&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/21/membujuk-permaisuri-nyorat-nyoret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#di Sepasang Cangkir ini..</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/05/di-sepasang-cangkir-ini/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/05/di-sepasang-cangkir-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 02:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[deary BIDADARI]]></category>
		<category><![CDATA[Roman Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[rumahtangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[&#8211; 03 April 2011, 18.45 WIB Uda pamit tanpa menjelaskan tujuan. Permaisuri uda cuma memandang heran. Lalu kembali bergelut manja dengan Hanifa. Keramaian hajatan Maulid Nabi telah menutup jalan raya, uda dan Scoopy terpaksa menyusuri lorong-lorong gang sempit. Meliuk-liuk menghindari lalu lalang kendaraan lain yang juga tersendat macet. Uda sematkan gagang kaki Scoopy di tanah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=384&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://i1136.photobucket.com/albums/n495/jundi313/mug307.jpg?t=1301965066" alt="satu dari sepasang mug" width="400" height="360" /><p class="wp-caption-text">satu dari sepasang mug</p></div>
<p><span style="color:#800000;"><strong><em>&#8211; 03 April 2011, 18.45 WIB</em></strong></span></p>
<p>Uda pamit tanpa menjelaskan tujuan. Permaisuri uda cuma memandang heran. Lalu kembali bergelut manja dengan Hanifa. Keramaian hajatan Maulid Nabi telah menutup jalan raya, uda dan <em>Scoopy</em> terpaksa menyusuri lorong-lorong gang sempit. Meliuk-liuk menghindari lalu lalang kendaraan lain yang juga tersendat macet.</p>
<p>Uda sematkan gagang kaki <em>Scoopy</em> di tanah. Uda pandangi laboratorium cinta itu. Uda genggam tabung formula yang uda bawa. Isinya adalah virus-virus yang mampu melumpuhkan jenuh dan hambarnya asmara. Lalu petugas mengambil alih dan mulai meracik virus dari formula tadi. Butuh waktu agak lama, maka uda tinggalkan ia sejenak.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><em>&#8211; 03 April 2011, 20.45 WIB</em></strong></span></p>
<p>Lagi-lagi uda pamit secara misterius. Tiba di laboratorium, menunggu sebentar lalu dihulurkanlah barang pesanan uda. Sudah rapi dibungkus dalam dua kotak putih. Uda dekap puas bungkusan itu, lalu menghela <em>Scoopy</em> menerabas gelita.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, uda sempatkan singgah di laboratorium lain, untuk mendapatkan perekat ajaib dan sampul cantik. Uda dan <em>Scoopy</em> saling tatap dalam sukacita. Rencana kami akan berjalan sempurna. Besok pagi isi dalam kotak putih ini akan menciptakan semacam reaksi kimia pada calon korban kami. Bukan seperti teror bom yang menakutkan. Ini adalah sesuatu yang bisa membuat pipi memerah. Dan hati bergairah.</p>
<p>Uda rakit ketiga barang tadi dengan amat antusias. Sambil beberapa kali melirik permaisuri uda yang sudah lena dalam tidurnya. Rencana hebat ini tak boleh terendus dini. Bisa rusak semua efek dan gejala yang akan ditimbulkannya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><em>&#8211; 04 April 2011, 06.40 WIB</em></strong></span></p>
<p>Uda berangkat setelah tangan uda dicium takzim oleh permaisuri dan Hanifa. Setelah meliuk merubah arah, masuk gerbang, melewati pintu, menaiki lift, dan akhirnya sampai di ruangan kerjanya, Uda letakkan barang rakitan tadi di meja kantor permaisuri uda.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Tak menunggu terlampau lama, reaksi yang uda nanti-nanti muncul, di monitor kerja uda,<em> </em>permaisuri menyapa via <em>g-talk</em>,</p>
<p>“<span style="color:#825721;"><em>Jazakallah, Uda. D</em><em>ag dig dug pas mau buka, k</em><em>a</em><em>yak or</em><em>an</em><em>g pacaran aja</em></span><em>. </em> &#8212;<em>dan obrolan mengalir sampai akhir&#8230;&#8212;</em>”</p>
<p>Ya, cangkir coklat itu dihiasi dua pose gambar uda dan permaisuri. Turut di dalamnya, uda sematkan kertas bertuliskan kalimat sederhana.</p>
<p>&#8220;<span style="color:#55411a;"><em>Mug ini ada sepasang, satu ada pada Uda. untuk terus mengikat memorimu pada Uda, pada “kita</em></span>” makna tambahannya kira-kira begini;</p>
<p><em>“<span style="color:#825721;">Cangkir ini ada sepasang, satu disana dan satu pada Uda. Setiap mereguk minuman dari cangkir ini bayangkan bahwa kita juga sedang mereguk cinta. Sehingga cinta itu tak akan pernah terasa berkurang, namun akan selalu bertambah-tambah.</span>”</em></p>
<p>Disana. Di cangkir itu juga ada angka-angka yang harus selalu kami kenang, bak kode brankas cinta. Angka <span style="color:#564438;"><strong>&#8217;404&#8242;</strong></span>, yaitu momentum kelahiran permaisuri uda. Lalu <span style="color:#564438;"><strong>&#8217;313&#8242;</strong></span>, tanggal milad Uda. Dan terakhir disusul <span style="color:#564438;"><strong>&#8217;307&#8242;</strong></span>, hari bersejarah bagi kami berdua. Hari dimana kami ‘<em>jadian</em>’.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>*Semoga usia permaisuri yang tersisa bisa membawa barokah. Bagi diri permaisuri uda, uda, dan Hanifa. Tak lupa menjadi cahaya bagi semesta</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=384&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/04/05/di-sepasang-cangkir-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i1136.photobucket.com/albums/n495/jundi313/mug307.jpg?t=1301965066" medium="image">
			<media:title type="html">satu dari sepasang mug</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;MILAD SEPARUH AJAL&#8221;</title>
		<link>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/03/31/milad-setengah-ajal/</link>
		<comments>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/03/31/milad-setengah-ajal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 04:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reedai313</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Uda]]></category>
		<category><![CDATA[diary uda]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berbagicoretan.wordpress.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, Hanifa [putri imut kesayangan Uda-pen] menatap uda dengan mata belo-nya, lalu melonjak-lonjak tertawa, dan meluncurlah kalimat, “Celamat ulang tahun Abi. Cemoga umulnya belkah dan celalu cehat”. Tentu yang bicara bukan Hanifa, tetapi di-dubbing oleh nenek Hanifa [budhe permaisuri uda-pen] yang sedang memangkunya. Tapi semua itu cukup membuat pagi di hari milad uda ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=368&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><em>Pagi ini, Hanifa </em>[putri imut kesayangan Uda-pen]<em> menatap uda dengan mata belo-nya, lalu melonjak-lonjak tertawa, dan meluncurlah kalimat, “Celamat ulang tahun Abi. Cemoga umulnya belkah dan celalu cehat”. Tentu yang bicara bukan Hanifa, tetapi di-dubbing oleh nenek Hanifa </em>[budhe permaisuri uda-pen] <em>yang sedang memangkunya. Tapi semua itu cukup membuat pagi di hari milad uda ini tersungging cerah.</em></span></p>
<p>Dalam hitungan abad, usia uda sudah seperempat. Namun sejatinya, secara jatah –<em>dalam hitungan normal tentunya</em>- uda sudah menghabiskan setengah jatah usia. Ada dua momen penting yang sebenarnya terjadi bertepatan dengan milad uda dan milad kawan-kawan lain, dan ini agak paradoks.</p>
<p><span style="color:#800000;"><em><img class="alignright" title="sumbergambar: http://tin-iamanewbie.blogspot.com/2010/10/just-wanna-share.html" src="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/03/jampasir.jpg?w=576&#038;h=432" alt="" width="576" height="432" />Pertama</em></span>, berkurangnya jatah hidup uda. Kesempatan untuk berbuat baik dan menyebar kebermanfaatan ke sekitar semakin menyempit. Tapi seharusnya tidak malah putus asa, melainkan lebih giat menatap akhirat. Menghitung-hitung konsumsi usia uda selama ini. Dihabiskan dimana, untuk apa, dan dengan cara apa. Muhasabah untuk kemudian akhirnya menghiba ampunan dari Rabb Yang Maha Pengampun.</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>Kedua</em></span>, uda masih diamanahi jatah umur. <em>Alhamdulillah</em>, tak bisa dipungkiri uda masih dipercayai Allah <em>azza wa jallaa</em> untuk berkeliaran di muka bumi. Mudah-mudahan ‘peluang’ ini mampu uda berdayakan untuk <em>fastabiq al-khoirat</em> [kompetisi kebaikan]. Dahulu-mendahului dalam amal kebajikan. Momentum untuk bersyukur dalam makna sebenarnya. Mengisi umur dengan keshalihan paripurna.</p>
<p>Tak perlu meniup lilin sebenarnya, karena menyadari kedua momen ini saja sebenarnya sudah cukup membuat kita memaknai hari lahir kita.</p>
<p>Tak harus repot potong memotong kue, karena tafakkur dan syukur lebih sedap rasanya. Bukan di lidah tapi di hati.</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>*Mengenang perayaan milad pertama dan satu-satunya dalam hidup uda, 4 tahun lalu. Jazakumullah, buat </em></span><em><span style="color:#800000;">Widhi</span>, </em><span style="color:#800000;"><em>Ishak, dan Susio<br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/berbagicoretan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/berbagicoretan.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=berbagicoretan.wordpress.com&amp;blog=13465359&amp;post=368&amp;subd=berbagicoretan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://berbagicoretan.wordpress.com/2011/03/31/milad-setengah-ajal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b44eafe96153750c5bb12b3c93ac8fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reedai313</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://berbagicoretan.files.wordpress.com/2011/03/jampasir.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sumbergambar: http://tin-iamanewbie.blogspot.com/2010/10/just-wanna-share.html</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
