LEZATNYA MENULIS, SEDAPNYA TULISAN

(baca-ngebloG-)

Tak Minat Menulis

Dulu Uda teramat suka mencoret-coret. Tapi bukan kata. Melainkan goresan seni. Sebuah gambar. Semua superhero-superhero yang pada jaman Uda sedang tren, coba Uda lukis. Mulai dari Baja Hitam, Ultramen, sampe Ular Kobra (ni superhero gak ya?) . Bahkan bayangkan, sobat. Kelas enam SD, Uda punya buku koleksi. Berisi gambar-gambar motor, yang Uda kreasikan sendiri. Saat itu, Uda benar-benar tenggelam dalam kegilaan Uda. Kegilaan yang sekarang kita kenal sebagai hobi…

Entah mengapa (kalau ada yang tahu jawabannya, Uda mohon beri pencerahannya…), kebanyakan orang yang suka menggambar, tidak terlalu berminat untuk menulis. Termasuk Uda. Di pelajaran menggambar. Nilai 9 dan 8 acap menjadi langganan Uda. Namun saat beranjak ke pelajaran mengarang, kreativitas dan selera seni  Uda  mendadak lenyap. Pelajaran meliuk-liukkan kata itu, cuma Uda sambut seadanya. Cukup dengan mengumpulkan Subjek, Objek, dan Predikat menjadi satu. Syukur-syukur kalau Uda agak rajin, kata keterangan akan turut Uda campurkan kesana. Dan hasilnya sobat, nilai mengarang Uda, hampir tidak ada yang bernilai cukup. Selalu saja berada dibawah itu. tepatnya sedikit dibawah itu, hehehe…

Tulisan > Gambar

Mungkin ada yang penasaran, Kapan sebenarnya Uda sadar bahwa menulis itu lebih indah dan mengasyikkan dibanding menggambar? Jangan kaget kawan-kawan. Uda baru mulai menekuni dunia tulis menulis ini sewaktu awal kuliah. Bermula dari penugasan sebuah organisasi (yang bergerak dalam tema tulis menulis). Keterpaksaan awalnya. Sampai suatu saat tulisan Uda dibaca. Dan mendapat respon positif saat itu. Senang jelas. Namun ada yang lebih dari itu. Saat tulisan Uda membawa sesuatu bagi khalayak. Perubahan. Kepuasannya pun menjadi berlipat-lipat. Sobat pernah merasa sama?

Tulisan Lezat

Maka menulis menurut Uda. Seperti koki yang sedang asyik di ruang dapurnya. Harus tahu apa selera pembacanya. Meramu bahan-bahan baku menjadi lezat. Menata hidangan dengan ciamik, menarik. Namun jangan lupa. Asupan gizi bagi pembaca. Sehingga tulisan tak sekedar dikagumi. Tapi memang bermakna. Dan mencerahkan…..

*Penulis ingin Selalu merasakan Lezatnya Menulis. Sampai, ingin mencoret-coret, Lagi, lagi, dan lagi….

10 thoughts on “LEZATNYA MENULIS, SEDAPNYA TULISAN

  1. bundamahes

    “…Namun saat beranjak ke pelajaran menggarang, kreativitas dan selera seni Uda mendadak lenyap…”

    ralat : mengarang Da, bukan menggarang😛

    Reply
  2. Tary Sonora

    beda lagi dengan saya uda, dari SD nilai bhasa indonesia saya selalu lebih besar dibanding kesenian termasuk menggambar. saya selalu suka kalo disuruh mengarang, makanya ketika kenal blog serasa menemukan dunia sendiri.
    keep writing keep blogging uda
    salam kenal

    Reply
    1. reedai313 Post author

      makasih mbak Tary…
      hehehe..
      Uda masih suka menggambar kok sekarang..
      Nanti kapan2 Uda bikin
      pos pameran hasil karya Uda..

      makasih mbak Tary dah berkunjung..
      🙂

      Reply
  3. sedjatee

    tulisan kadang-kkadang harus pedes..
    boleh juga dibuat yang asem dan pahit…
    yang begitu biasanya lezat juga..
    salam sukses..

    sedj

    Reply
    1. reedai313 Post author

      iya Om..
      kalo emang paduan bumbunya enak
      ya, enak aja..
      hehe
      gak peduli..
      pedes, asem, asin ato pahit..
      jazakallah, dah bersilaturahim Om,,,

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s