“GODDA, GODDA”, PENGAMEN DI BUSWAY

(-Mengelola — Kebebasan-)

Lokasi syuting   : ruang tamu busway  // Waktu syuting   : lepas maghrib

Setelah sukses merilis tulisan: Menikmati keterbatasan. Uda terpancing untuk meluncurkan sebuah tulisan pengimbang. Kebetulan sore itu, Uda dikaruniai Allah kejadian yang pada kesempatan ini akan Uda ceritakan ulang.

Seperti biasa (lihat tulisan Miris, Dalam Dua Rasa) Uda kembali berbaris tragis, dalam antrean yang panjang tak tertanding. Padahal Uda sudah berkorban untuk pulang lebih awal, dengan sedikit harapan bahwa Uda bisa menghindari arus padat antrean manusia di halte terpadat pertama di dunia ini. Halte Dukuh Atas.

Tapi, tak usahlah disesali, karena semua orang pun bisa jadi saat itu berpikir satu gaya dengan Uda. Jadilah sore ini merupakan puncak segala kemacetan. Mungkin sobat akan kaget, saat Uda terangkan bahwa jarak tempuh jernih dari kantor uda ke rumah adalah cuma 50 menit. Namun kenyataannya, jarak itu harus dihitung kotor. Malang tak dapat Uda usir. Waktu antrean ternyata jauh lebih lama dibanding waktu tempuh tadi.  Sejak jam lima Uda ikut dengan tertib pada barisan antre, jam setengah tujuh baru Uda bisa menginjakkan kaki di lantai busway.

Padat sekali di dalam. Kalau saja tidak dilarang berjualan, pastilah ini jadi ladang potensial para pedagang yang biasa mangkal di kereta ekonomi jurusan Jakarta-Jogja. Uda berdiri sambil terkantuk. Gelantungan tempat berpegangan itu Uda cengkeram sekuat-kuatnya. Ketika mata Uda sudah mulai terpicing-picing. “Ya, Pak…Iya, ouw, Oke-oke besok barangnya saya kirim. Gimana? Harga sudah cocok, ya? Oke-oke, ouw, tentu Pak…Secepatnya, Oke-oke” Seorang Bapak-Bapak maskulin asyik bercengkerama dengan kliennya. Dengan kacamata dan kemeja rapihnya ia terlihat seperti pribadi yang cukup serius.

Uda hiraukan saja sang Bapak. Uda coba perhatikan sekeliling Uda. Melihat aktivitas-aktivitas yang digeluti penumpang. Lalu tergoda untuk memicing-micingkan mata lagi. Namun tiba-tiba ada suara yang makin lama makin jelas. Ya ampun, sobat…. Sumbang sekali suara ini, namun begitu nyaringnya disuarakan.  “Godda-godda, I know….bla….bla…bla..bla..” Uda mencari sumber suara. Ke pojokan kanan, nihil. Ke pojokan kiri, juga tidak kelihatan ada yang mencurigakan. “Godda-godda, I know….bla….bla…bla..bla..” suara itu kembali terdengar. Uda palingkan pandangan Uda ke kiri. Bapak-bapak rapih tadi ternyata sedang asyik mendengar musik dari hape qwertynya lewat earphone. Dengan beringas, ia memonyong-monyongkan bibirnya. Kelihatan sangat bersusah payah melakukan manuver suara. Tapi hasilnya tidak sekeras usahanya. Suara yang keluar sama sekali tidak enak dikonsumsi. Uda perhatikan, beberapa penumpang, dengan pandangan penuh selidik, kelihatan sedang menilai kewarasan Bapak-bapak yang sedang menyanyi ini. Apalagi beberapa saat kemudian, dengan panasnya tangannya mencengkeram tiang bus, lalu meliuk-liukan tanganya disana bergantian. Jumlah mata penumpang yang memandangnya semakin bertambah.

Senangnya. Tiga puluh menit kemudian Uda tiba di halte tujuan. Turun dengan perasaan lega. Mungkin saat itu penumpang lain sedang menatap Uda dengan pandangan mupeng. Hehehe, sebenarnya sangat ingin, saat itu, Uda memberikan secarik tiket pada Bapak-Bapak itu. Tiket untuk mengikuti ajang Indonesia Mencari Bakat. Sebuah ajang yang memamg mewadahi konser-konser spektakuler macam itu. Sehingga ia tak lagi mencemari ruang tamu busway-busway berikutnya dengan suaranya itu. Memang busway merupakan prasarana umum, yang bebas dipakai oleh siapapun. Tapi si Bapak, sepertinya juga lupa bahwa dilarang membuat kegaduhan di tempat  umum seperti itu. Bayangkan pengamen saja dilarang. Bahkan supir dilarang menyetel CD Player. Jadi mari kita ajak orang-orang seperti Bapak maskulin tadi untuk jangan sering-sering berjoget dengan gaya bebas seperti itu…….

*Ditulis dengan perasaan geli dan miris bahwa saat itu Uda juga sempat menikmati pertunjukan si Bapak….:P

4 thoughts on ““GODDA, GODDA”, PENGAMEN DI BUSWAY

  1. bundamahes

    hiyahahaha…
    koq ga ditimpukin aja sih tuh orang?
    mang dia pake headset ato dengan sengaja nyanyi kenceng-kenceng?!
    beidewei itu lagu apaan Da?!

    Reply
    1. reedai313 Post author

      ya, pake hedset mbak..
      ditimpuk? hehehe gak ada ruang tuk nimbuk, saking padatnya..hehe
      lagu britney gitu pokoknya..
      yg bisa Uda tangkap cuma “Gotta..gotta…”

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s