Risalah Lupa #1, MISTERI LUPA

Lokasi syuting: alam pikiran
waktu syuting: 10 mei 2010

lupa sedang lupa

Uda acap lupa. Lupa dimana menaruh kunci motor butut Uda. Lupa memasukkan plesdis pinjaman ke dalam tas. Lupa membawa pulang kotak bekal makan siang ke rumah. Lupa, saat ditanya atasan Uda tentang posisi suatu dokumen penting. Lupa membawa dompet saat harus membayar pesenan kantin. Lupa mandi, saat pulang kemalaman. Lupa membilas rendaman cucian satu pekan lalu. Lupa hari. Lupa mana sabun, mana sampo. Fiuhh.. Uda terlalu sering lupa. Tapi sobat, Uda sama sekali tidak menikmatinya. Meski sebenarnya manusia itu memang pelupa. Tapi Uda tak ingin menyerah kalah pada sejarah. Beberapa kali Uda berusaha keras mencari pemecahannya. Tapi, ya, kadang-kadang (eh, kebanyakan ding…) Uda (lagi-lagi-lagi) lupa…

MISTERI LUPA
Tidak ada penjelasan logis tentang apa itu penyebab lupa. Beberapa sumber Uda bolak-balik. Mengejutkan apa yang Uda peroleh. Subhanallah, sistematika arsitektur otak kita, manusia, jauh dari resiko kecelakaan ingatan itu. Uda coba urai dengan sederhana. Ingatan tak bekerja otomatis, seperti jantung yang memompa darah ke penjuru tubuh. Bukan sebagaimana darah mengaliri seluruh pembuluh tubuh kita. Bukan layaknya saraf perasa segera peka saat kulit kita dirangsang panas, dingin, benda-benda asing.

Uda menemukan beberapa sumbangan opini dari Om Gugel, juga dari Pakdhe Wiki. Uda tertarik dengan salah satu bisik-bisik. Bisik-bisik tentang teori interferensi. Yang Uda tangkap dari bisik-bisik itu, disebutkan lupa itu bukan disebabkan hilangnya memori. Lalu apa penjahat itu? Ternyata, saat akan mengingat sesuatu ada hal lain yang menghalangi kita. Kerja otak sebenarnya normal pada saat itu. Namun, sesuatu yang kita ciptakan. Menghalangi ingatan yang akan memasuki alam pikir kita. Jadi, mengingat adalah sebuah pilihan. Bukan peristiwa by default yang terjadi secara sendirinya.

Karena tidak otomatis. Maka tentu ada penyebab. Otak kita memilah-milahnya. Menyeleksi sesuatu untuk bersemayam di ingatan kita.

Pertama, PENTING.
Uda rasa kita semua sepakat untuk pilahan pertama ini. Penting. Memiliki alasan kuat untuk kita ingat. Punya unsur prioritas. Menempati posisi spesial. Bisa juga sesuatu yang mengguncang kesadaran. Bagaimanapun menurut Uda. Saat sesuatu itu dilupakan atau terlupa. Saat itu, ia telah masuk ke kategori dibawah standar penting (kalau tidak mau dibilang-tidak penting).

Kedua, SERING.
Sering. Secara intensitas acap kita jumpai. Kita rasakan atau kita lakukan. Otak akan terpaksa biasa dengan hal tersebut. Dan lamat-lamat, tanpa disadari, sesuatu yang sering tadi akan mengukir memori dalam otak kita.

LUPA YANG KELEWAT KELEWATAN
Dari dua kriteria tadi, coba kita urut-urut. Apa yang sejatinya tak patut kita lupakan. Pertama Penting, Uda pikir tidak ada yang bisa menyaingi –Pencipta- dalam kriteria ini. Allah. Mustahil, kalau kita bilang ini tidak penting. Dan Uda yakin semua sepakat dengan Uda. Namun anehnya, banyak sekali yang lupa pada hal paling penting ini. Kemudian, penting kedua. Sumpah. Sesuatu ini –menurut uda- kadar pentingnya melebihi kadar penting janji. Nah sobat, lucunya (Sobat-sobat tidak perlu ketawa – tidak ada yang mengharuskan ketawa saat menghadapi hal yang lucu, bukan?) Mayoritas dari kita lupa akan kombinasi dua hal penting ini. Sumpah kita pada Allah. Kalau sobat-sobat ada yang lupa, jangan takut. Allah, Yang Maha Penyayang kembali mengingatkan kita lewat kalam-Nya yang diabadikan dalam Qur’an.

~*~
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”
Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu)
agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam)
adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)

[Al-A’roof: 172]

Jadi kalau kita-kita yang sudah melupakan sumpah kita pada Allah ini, masih saja mengaku lupa, setelah ditunjukkan bukti transaksi sebagaimana ayat diatas mau disebut apa kita ini, Sobat?

11 thoughts on “Risalah Lupa #1, MISTERI LUPA

  1. Rido Panjaitan

    Woi uda,, sblm lupa nih.. itu bjmne bikin settingan ‘home’ nya biar yang tampil cuma ringkasan semua artikelnya aja?
    mohon pencerahannya, gan..

    Reply
    1. reedai313 Post author

      Ouw…pertama utk oromatik..
      pilih aja yg theme-nya *Inuit* atau yang *Structure*
      kalo yang manual di postnya pilih aja yg gambar kertas kebelah dua..
      tu yg untuk bikin readmorenya..
      Oke Bang?
      sekian dulu dari Uda…
      hehe

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s