ROMAN WANITA MEMPESONA YANG SALAH JALAN

secangkir hangat canda

Starring         : kali ini, bidadari Uda

Lokasi syuting: halte busway Matraman

waktu syuting: saat remang-remang penghujung maghrib

Wanita mempesona itu berbaring di peraduan. Sesekali ia berguling ke kanan. Kemudian berbalik arah. Ia kelihatan gelisah. Sore ini ada pengajian. Dan ia belum menemukan alternatif angkutan. Kembali wanita mempesona mengutik-utik hape. Suara gaduhnya menunjukkan bahwa sang wanita sedang menanyakan sesuatu lewat media komunikasi portebel itu. “Tek..ketek.ketek.ketetetetek… Kecepatan ketik yang mengagumkan. Entah berapa kata perdetik yang berhasil dibukukan wanita itu di layar hapenya. Lalu hening dengan irama menunggu.

Da, tahu halte (sebut saja – Bunga, karena terus terang Uda lupa nama haltenya)? wanita mempesona tadi bertanya. Uda yang sedari tadi diam menunggu permintaan tolong darinya, tersenyum jumawa. Sunggingan bibir Uda sengaja Uda perlama di posisinya. Tak beda jauh seperti kerbau ketemu lautan lumpur. Siiiinnnnggg..Hehehe…

Berhubung pada dasarnya sifat lelaki itu adalah suka menolong dengan utuh dan menyeluruh. Maka Uda tak langsung jawab pertanyaan wanita mempesona tadi. Uda lancarkan pertanyaan balik. “Emangnya, mau kemana sih, hai wanita mempesona?

Ke Kwitang, Da. Kata mbak (sebut saja Ayu-maklum Sobat, setelah berkenalan dengan wanita mempesona, Uda jadi semakin sulit mengingat nama wanita😛) lebih enak naik angkot aja. Nyambung dua kali. Pertama, naik angkot nomor 21 terus lanjut lagi angkot nomor 01 Penjelasannya lumayan panjang. Tapi jangan tertipu, sobat. Penjelasan panjang bukan berarti memuat pemahaman. Uda melihat wanita mempesona tadi masih bingung dengan penjelasannya sendiri. Setidaknya bisa Uda nilai dengan ilmu psikologi yang selama ini Uda pelajari secara otodidak dan asal-asalan.

Baiklah. Jangan berlama-lama. Jangan buat wanita mempesona tadi menunggu.  Uda raih peta perjalanan busway yang tergeletak di meja. Uda gelar peta tadi lebar-lebar di hadapan wanita mempesona.Lalu Uda mulai presentasi Uda, “Jadi begini. Halte ini adalah yang..bla-bla-bla. Nah, jadi begitu. Jadi nanti turun di halte ini, lalu bla-bal-bla-bla….Kuliah umum Uda berikan. Tapi di sebelah Uda, wanita mempesona tadi malah semakin kelihatan terbengong-bengong. Waduh-waduh, jangan-jangan gaya penyampaian Uda yang terlalu menarik. Sampai-sampai mengalahkan isi penjelasan yang Uda berikan tadi.

Uda coba pikirkan cara yang lebih mengguncang. Demi memberikan yang terbaik bagi wanita mempesona tadi, dengan terpaksa Uda tampilkan aksi-aksi akrobatik. Dari mulai melompat-lompat. Kemudian berbelok-belok. Kemudian menirukan gaya celingak-celinguk melihat busway. Menirukan gaya berjalan sembari menunjukkan arah mata angin. Dan aksi Uda kali ini mau tak mau memaksa wanita mempesona tadi tersenyum lebar. Amat lebar. Untuk kemudian kasihan melihat aksi Uda. Itu bahasa nonverbalnya untuk mengatakan bahwa dia telah mengerti. Uda pun lega sambil menyeka keringat.. Fiuhhhh Baru kali ini peta busway bisa bikin berkeringat.

~ ~ ~

Senja temaram lewat, dan Uda masih duduk-duduk di depan komputer menantikan pulangnya wanita mempesona. Malang Uda tak bisa memastikan apakah wanita tadi menjalankan wasiat Uda tadi dengan baik. Seperti biasa, hape Uda ketinggalan di kantor. Dan Uda tak bisa berbuat apa-apa, selain menunggu dengan cemas. Sambil mempersiapkan mental untuk beranjak ke kamar mandi. Buat apa? Hehehe….

~ ~ ~

Uda berjalan pulang selepas Isya’. Menuju rumah. Wanita mempesona itu belum juga pulang. Uda berjalan tertunduk, tak bersemangat. Uda buka perlahan pintu garasi. Masuk, melewati kawat jemuran kosong. Lalu berhadapan dengan pintu toilet (maklum karena kemarin kehilangan kunci dan belum diganti- Uda masih keluar masuk lewat belakang dulu). Uda buka pintunya, dan lagi keluar bunyi berisik itu Ngeeeekkk”.

Udaaaa..”  dari dalam ada suara. Suara yang sampai detik ini belum Uda temukan tandingannya. Wanita mempesona itu sudah di rumah rupanya. Hidangan sudah siap di piring. Seperti biasanya, hari ini cerita juga meluncur begitu indah. Mengalir tak terhentikan, bahkan oleh rasa penasaran Uda atas lambatnya ia pulang hari ini. Tadi Ani salah jalan, Da. Waktu mau transit malah kebablasan lewat pintu keluar. Yah, malah harus beli karcis lagi, deh. Hehehe…Terus Ani tungguin lama kok yang jurusan Rawamangun gak lewat-lewat ya, Da. Karena gak sabar Ani tanya aja sama mas-mas yang jaga loket. Eh, ternyata salah. Ani harus nyebrang dulu keatas buat transit (saat itu beliau dari halte Senen ke halte Matraman). Pantesan diliat-liat kok ga ada bus yang jurusan Rawamangun. Semuanya jurusan Kampung Melayu-Ancol. Hehehe…” wanita mempesona tersenyum menertawakan kisah lucunya tadi.

Mungkin karena terlalu konsentrasi sama petunjuk Uda kali tu…” Uda menggoda wanita mempesona itu. Dan wanita mempesona itu memang betul-betul bidadari. Yang cuma bisa tersenyum, menikmati ramainya kebersamaan dalam hangatnya secangkir canda bersama Uda.

*Uda mohon maaf jika menampilkan artikel ini tanpa seijin bidadari. Perlu juga uda jelaskan bahwa Bidadari Uda ini memang belum berpengalaman naik busway. Karena beliau baru saja pindah domisili. Dari Solo ke Jakarta. Untuk menemani Uda

16 thoughts on “ROMAN WANITA MEMPESONA YANG SALAH JALAN

  1. bidadari Uda

    wkwkwk…
    ktawa trus nih baca tulisan Uda kali ini…🙂

    Lupa I : Halte Pal Putih
    Lupa II : Mbak Tri

    hape ani yg satu kan sngaja ani tinggal d rumah
    tp d jln ani baru sadar
    Uda pasti ga tau nomor ani yg 3 d hp itu dsimpen pake nama apa
    ani tau Uda pasti mencemaskan,
    tp sngaja ga mghubungi
    biar Uda tau bagaimana rasanya mencemaskan belaha jiwa sedangkan qt tdk bs mghubunginya
    hiks…

    smoga stelah ini jd smakin mrasa membutuhkan hape y Da
    hehehe

    entah ni, klo turun dr busway rasanya blank, LoLa ;p
    sbnernya kan sadar klo d matraman tu transit
    abis salah keluar trus msh LoLa, lupa klo dsitu td mau transit
    benging sbntar smbil duduk
    mlihat2 jurusannya kok g nyambung k rumah
    trus tny deh
    biasanya tuh ani rajin tny ptugas
    ga tau knp kmrn tuh sok PeDe lgsg jln aja
    slh deh😦
    (mgkn krn agak buru2 jg Uda dah nunggu dg cemas d rmh, hehehe… )

    pulangnya agak lama kan udah ani jelasin
    di matraman tu padat bgt
    berdesak2an ma orang takut jatuh
    yaudah nunggu agak sepi aja
    ga kburu ngapa2in jg d rmh
    (meski mikirin Uda yg msih cemas mnanti jg)
    tp drpd mlawan bahaya, mending bersabar dunk
    fashobru jamiil…
    na’am, Zawjiy?
    ^,^

    wajar bundamahes ktawa Da,
    ani aja ktawa sndiri
    wkwkwk…

    NB : kutipan kalimat langsungnya sdikit berbeda dr kjadian
    tp tdk mngubah arti
    Laa Ba’sa…
    Jamiilun, Habiby…
    ^_^

    Reply
    1. reedai313 Post author

      ouw, makasih masukanny..
      maklum nulisny jg singkat.. hehe
      yg bisa menikmatio c cum pemeran utama.
      jadi ya, maap..hehehe
      btw ni sapa, y?

      Reply
  2. rista

    independent woman ya si bidadari yang mempesona ini….
    tapi jadi agak pusing juga baca postingnya…(soalnya saya juga gak tahu itu daerah mana saja…hehehe)
    salam buat wanita yng mempesona ya!!! jangan sering dilarang makan sesuatu, kasihan….

    Reply
    1. reedai313 Post author

      iya, mbak…
      gmn..ya, mbak..
      kita berdua soalnya sama2 sepakat..
      kalo ga ada istilah mengidam dalam kehamilan..
      dan saya juga ngelarangnya yg bahaya2 aja..
      mie rebus misalnya..
      hehehe

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s