MARI TANAM, SEJUTA MEMULAI..

Memulai itu bukan yang pertama. Memulai dan meniatkan. Ada keterkaitan, tapi bukan korelasi sinonim. Uda pikir yang lebih tepat adalah korelasi urutan. Mana pertama dan mana yang dikemudiankan. Sebab memulai adalah melaksanakan apa yang sebelumnya diniatkan. Dan bukan meniatkan yang akan dilakukan. Tak terlalu salah rasanya kalau Uda sebut memulai sebagai aksi dari niat. Melaksanakan apa yang ada di hati dan tersimpan dalam pikiran.

Memulai juga bukan serampangan. Ia bukan gerak spontan. Asal jadi dan diselimuti kenekatan. Perlu bibit pemikiran mendalam dan benih keberanian untuk tumbuh mekarnya bunga memulai ini. Sehingga ia bisa tumbuh tidak liar. Tapi cantik, tertata. Menyejukkan pemandangan.

Tak kalah pentingnya, memulai tak boleh berjalan sendirian. Ia perlu seorang kawan. Kawan yang harus diperlakukannya dengan mulia. Kawan yang sekarang sudah semakin jarang ditemukan. Istriqomah. Sehingga si memulai tak cepat mati di jalan. Mati bosan. Gugur dalam kejenuhan.

satu orang dengan berjuta memulai

BISMILLAH DAN ASTAGHFIRULLAH..

Susah sekali memulai perilaku-perilaku baik. Alam pikiran kita seperti diganggu. Dan sebenarnya memang diganggu. Oleh dua musuh abadi kebajikan. Duet antara setan, si penipu licik dan Nafsu, sang musuh dalam selimut. Kadang-kadang mereka meniupkan kesulitan dan kesusahan. Dan kalau gagal, ditempuhlah jalan terakhir. Menodai ibadah kita tadi dengan kebanggaan berlebih (atau biasa digelari riya).

Benar, sobat. Susah memulai Kebaikan. Maka kita butuh bantuan. Bantuan dari Yang Maha Memudahkan. Allah ‘azza wa jalla. Bismillah. Mudahkan setiap aktivitas shalih dan kebaikan yang akan kami mulai. Dan kirimkan sahabat kami, sang istiqomah sebagai teman pengembaraan. Agar ghirah kami selalu terang bersinar. Dan berkahi apa-apa yang akan kami persembahkan untuk-Mu. Maka mulaikah kebaikan. Dan jangan berhenti. Lanjutkan.

Di sudut lain tak seperti perilaku baik. Amat mudah bagi kita untuk memulai kebejatan dan maksiat. Pintu-pintu menuju kesana memang sengaja ditunjukkan setan. Dan celakanya, selalu direspon positif oleh nafsu. Namun terkadang hati nurani dan keimanan yang terusik akan membuat kita segera tersadar. Di tengah sedang memulai kebejatan, segeralah berbalik arah. Astaghfirullah. Maka mohonlah ampunan. Dan jangan lanjutkan. Ataupun jangan ulangi. Hentikan

MENELADANKAN KEBURUKAN ATAU MENGAGAS KEBAJIKAN

Tidak ada yang mau kembali memulai antri setelah dahulu dengan sangat beraninya ada yang memulai merusak antrian. Dan entahlah, sampai sekarang. Cobalah hitung seberapa banyak pengikut si pemberani itu. Dan itu bukan kebanggaan baginya. Tapi catatan dosa.

Hampir semua enggan untuk kembali mengacuhkan lampu merah. Setelah sebelumnya tanpa pikir panjang ada yang memulai pembangkangan rambu.. Dan entahlah, sampai saat ini. Cobalah kalkulasi seberapa banyak pengikut orang yang tak sabaran itu. Dan itu bukan kemuliaan baginya. Tapi pelimpahan keburukan. Mari kita bolak-balik referensi paling akurat berikut ini.

Beberapa orang Arab badui yang memakai kain wol tiba menghadap Rasulullah shollallahu `alaihi wa sallam, yang melihat kondisi mereka yang buruk dan sangat membutuhkan (bantuan). Beliau menasehatkan para sahabat untuk bersedekah, namun mereka tidak bersegera, sampai-sampai terlihat rasa tidak suka pada wajah beliau. Lalu seorang pria Anshor datang membawa kantong berisi perak, kemudian datang yang lain, dan yang lain mengikuti (bersedekah), hingga kegembiraan tampak di wajah beliau. Kemudian Rasulullah shollallahu `alaihi wa sallam bersabda, `Siapa saja yang memulai sunnah yang baik di dalam Islam dan mereka yang mengikutinya setelah dia, akan dicatat baginya pahala yang sama dengan pahala mereka yang melakukannya, tanpa mengurangi sedikitpun dari mereka. Dan siapa saja yang memulai sunnah yang buruk dalam Islam dan mereka yang mengikutinya setelah dia, akan dicatat baginya dosa yang sama dengan dosa mereka yang melakukannya, tanpa mengurangi sedikitpun dari mereka.'” [HR: Muslim rahimahullah dalam Shahihnya, Kitab Al-Ilm]

Pada redaksi indah diatas, tak sekedar teladan keburukan yang disinggung. Rasulullah shollallahu `alaihi wa sallam memuji kebajikan yang digagas lelaki Anshor itu. Dan menyebutkan sesuatu yang menginspirasinya untuk terus memulai kebajikan-kebajikan baru. Juga inspirasi untuk orang-orang yang mendengarkan sabda kebajikan itu.

Saat Uda jenuh menikmati kemacetan dalam bus, tiba-tiba Uda tersenyum demi melihat slogan di sebuah papan, di pinggir jalan. “Go Green” serta “One Men One Tree” [Ayo, Hijaukan. Satu orang menanam satu batang pohon]. Alangkah bagusnya jika yang tertulis kira-kira begini:  “Let Start” serta “One Men Million Start“.

*Cuma keresahan pribadi penulis melihat semakin sedikitnya orang-orang yang berani memulai.

6 thoughts on “MARI TANAM, SEJUTA MEMULAI..

  1. sedjatee

    tulisan yang inspiratif Om..
    memberi contoh kebaikan adalah hal terpuji
    tapi orang lebih sering melakukan sebaliknya.
    salam sukses..

    sedj

    Reply
    1. calonabi

      weleh. ni si Om…
      mohon bimbingannya Om..
      hehe
      btw ni tulisan yang dtentukna temanya..
      sama teman2 jrunalistik saya Om,,,

      akhir kata..
      terima kasih sudah berkunjung

      Reply
  2. sidta

    membaca tulisan uda, gak bisa disambi dengan menangani tumpukan surat nih …🙂

    terimakasih atas ‘satu pekan, satu tulisan’ … Uda yang memulai, banyak orang jadi punya alasan dan teman untuk memulai … semoga tidak berhenti di tengah jalan ,,,

    Reply
    1. calonabi

      hehehe…
      kok gak bisa disambi?
      terlalu berat dan panjang ya?

      btw, maaf Sidt..
      kemarin Uda sepekan penuh diklat..
      jadi OWOW kita keteteran deh..
      kita segera mulai lagi deh

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s