BISIK CINTA BUAT MAMA

Rekam sejarah: milad ke-45, mama Uda, 7 Juni 2010
Rekam scenario: 11 juni 2010-06-11
Pemeran Utama: Uda, Mama, dan Bidadari

Baik, pendengar di rumah. Tak perlu menunggu lama lagi. Kita akan dengarkan sebuah senandung sayang untuk mama-mama luarbiasa kita di rumah. Kali ini, sebuah syair mempesona, dari Melly Goeslaw. Bunda….

bunda tercinta Uda

Ku Buka Album Biru
Penuh Debu Dan Usang
Ku Pandangi Semua Gambar Diri
Kecil Bersih Belum Ternoda
Pikirkupun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku
Reff:
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Dtimang

Oh Bunda Ada Dan Tiada Dirimu
Kan Slalu Ada Di Dalam Hatiku

Uda tarik nafas sebentar.Itu tadi sebuah lagu hebat tentang kisah kasih Mama. Silahkan kepada para pendengar yang masih ingin berbagi cintanya pada mama-mamanya dirumah. Bisa ke line 08528079XXXX untuk berkirim salam sekaligus mengirim lagu-lagu mesra buat mama-mamanya di rumah. Uda masih akan menantikan sampai lima belas menit ke depan.”

Ya, hallo, Assalamu’alaykum? Dengan siapa ini?. Pendengar di seberang masih diam. “Hallo. Silahkan untuk berbagi cerita mesra anda dengan mama. Atau mungkin sahabat ingin diputarkan lagu penggugah cinta kita untuk para mama.” Pendengar di seberang malah terbahak. “Hallo? Iya, oh rupanya sahabat sangat bahagia, ya hari ini. Tertawanya begitu lepas. Bisa berbagi dengan pendengar di rumah, Sobat?”. Pendengar di seberang masih tertawa. Lama, lalu kemudian menyahut.

Alah, tu, Nak. Ko Mama ndak bisa baranti tagalak, do. Iyo banai la saroman anak den jo panyia-panyia radio, tu. [bahasa padang. kira-kira terjemah kasarnya seperti ini: Sudah ah, Nak. Ni Mama nggak bisa berhenti tertawa lho. Benar-benar mirip seperti penyiar radio.]” pendengar di seberang merespon.

“Ouw, ternyata seorang mama. Iya, mama mau kirim-kirim salam, mungkin? Untuk anaknya. Atau mau minta sebuah lagu? Iya, Ma?” Kembali Uda bertanya kepada pendengar yang sedang menelepon Uda. “Mama mau bernyanyi saja. Untuk anak mama di seberang sana.” Lalu suara emas pendengar di seberangpun mengalunlah dengan amat merdu. Mendayu-dayu menusuk hati. Cengkokan-cengkokan yang penuh kepedihan. Vibra-vibra suara sarat kerinduan mendalam. Uda tebak pendengar ini sedang berada dalam kekangenan tingkat tinggi pada seseorang. Mungkin anaknya di rantau seberang.

Tak puas hanya satu lagu. Pendengar itu bernyanyi kembali. Karena menikmatinya, Uda biarkan saja beliau mencurahkan semua galaunya malam ini. Lewat suaranya. Sebuah lagu pilu seorang anak dinyanyikannya. Sembari berkali-kali terisak.

Batu Tagak

Lapeh nan dari kelok Sikabu [Lepas dari kelok Silabu]
Di lingkuang bukik jo gunuang Singgalang [di sekitar bukit dan gunung Singgalang]
Balingka desanyo tigo [Balingka desanya ada tiga]
Batu Tagak takana juo [Batu Tagak terkenang juga]

Mandeh, basaba lah mandeh dahulu [Mama, bersabarlah mama dahulu]
Lai taragak denai nak pulang [Nanda juga rindu untuk pulang]
Ndak basuo ayah jo bundo [Ingin berjumpa ayah dan bunda]
Tapi kini sadang sansaro [Tapi sekarang sedang sengsara]

Takana maso denai ka pai [Terkenang masa nanda akan pergi]
Bundo malapeh denai jo ibo hati [Bunda melepas dengan iba hati]
Basaba lah mandeh mananti [Bersabarlah mama, menanti]
Di batu tagak nantikan denai [Di batu Tagak, nantikan nanda]

“Wah suara yang begitu indah, Mama. Mama mau kirim salam mungkin?” Uda memuji suara beliau yang mampu mengiris-iris hati Uda. Yang saat ini benar-benar merindukan mama Uda. “Menantu Mama mana? Katanya mau nyumbang lagu juga buat mama?” sang pendengar menagih janji Uda. Uda pandang wanita mempesona. Ia tersenyum dan menggeleng malu. “Malu, Ma. Katanya.”

“Oke, saya akan mewakilkan menantu Mama. Menyanyikan sebuah lagu. Silahkan dinikmati, ya Ma….

Melihat paras nan teduh
Suara sejuknya
Tegarkan diriku
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya

Mencium Aroma Lezat
Terbayang masakan tercipta nikmat
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya…

Bersama seorang wanita
Yang telah melahirkan nanda
Bersama seorang mama, bunda, ummi apapun namanya

Bersyukur kepada Allah
Bibir ini mengucap Hamdallah
Cintanya, kasihnya, semuanya
Dia beri dengan tulus

Walaupun terkadang Ummi alpa
Kadang dia juga suka marah-marah
Tapi ummi tetap yang terbaik bagi nanda
Selamanya….

Yaudah ya, Mama. Selamat milad. Ma, Iki [-nama kecil Uda] sayang Mama. Assalamu’alaykum” Sang pendengar, yang tak lain adalah ibunda tercinta Uda ,menutup cinta hangat kami malam ini. Wa’alaykumussalam…”

* Persembahan khusus Uda untuk seorang Mama, yang hari ini telah 45 tahun usianya (adegan diatas bukan siaran beneran, cuma pura-pura jadi penyiar aja pas Uda nelpon Mama) . “Tak ada permintaan lain. Mama. Cuma ingin kembali menikmati belai-peluk mu dulu. Nanti di syurga sana. amin, ya Ma?”

13 thoughts on “BISIK CINTA BUAT MAMA

  1. bundamahes

    ini beneran percakapan via telpon?! Subhanallah.. Kalo saya sih blom cukup pede untuk bernyanyi di hadapan siapapun🙂

    -dan belum cukup berani mengucapkan “I Love You Dad” kepada Bapak saya, semoga dapat terwakili dengan sebuah ciuman di pipi kiri dan kanan-

    Reply
    1. reedai313 Post author

      iya, mbak..
      hehe..
      percakapan beneran via telpon..

      dulu sih sempet tidak pede..
      tapi pas jauh2an..
      gak tahan..
      buat ngobral Cinta sama Mama, Bun..
      hehehe

      Reply
  2. Okit Jr

    wah..
    selamat milad ya, tante…
    –semoga teriring banyak berkah dalam setiap langkah…

    –hebat, da…
    —terharu bacanya…
    nyanyi di telpon… –yaolooh gak kebayang…
    –kalo tersedak gagang telpon begimane…
    —-ampe ketelen… –err.. alamakjaang..

    Reply
    1. reedai313 Post author

      bukan di telepon, Kit..
      tapi di henpong…
      kan hp-nya biasa Uda tinggal di rumah..
      hehehe…

      biasanya mang gitu.
      kalo milad…
      mama minta dinyanyiin lagu ma anak bujangnya ini..
      tak bisa didengerin di kaset, itu alasan mama c…

      hehehe….
      —-lari sebelum dilempar radio compo ma Okit —

      Reply
  3. sidta

    waa .. romantis sekali … smpe mbrebes bacanya.. keren, murah meriah tapi keknya itu kado malah lebih berarti daripada apapun ..

    met milad mama-ny Uda ..

    Reply
  4. reedai313 Post author

    hehehe…
    iya…
    lebih murah😛

    sengaja Uda telpon agak, telat..
    menjelang malam..
    biar Mama menanti-nanti gitu…

    makasih ucapannya, Sidt..

    Reply
  5. bidadari Uda

    emang hebat Uda nih
    salut…
    ani aja ga pernah nyanyi buat bapak
    palagi harus nyanyi d depan mama
    pede nya blm selevel ma Uda
    hehe
    slain krn ga da psiapn mateng jg🙂

    btw, jd kangen dinyanyiin via tlp nih
    :p
    tp g mau jauh2an lg c…
    ^,^

    Reply
    1. Uda

      hehehe…
      lain kali kita nyanyi bareng buat bapak dan mama…

      dengan latihan matang…
      ouw, pengen dinyanyiin juga nih, ceritanya?
      Uda juga gak mau jauh-jauhan lagi,,,
      ^,^

      Reply
  6. rista

    S-A-L-U-T !!!!

    btw met milad buat mamanya Riki & Ani
    jadi inget ma suami tersayang di masa-masa jauhan dulu…😳
    *haha…apa hubungannya?*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s