PALESTINA, DALAM KACAMATA SAUDARA MUSLIMNYA

Oleh: Riki Efendi

cerdascermat

Siang itu di kecamatan. Tim penanya memberikan pertanyaan pamungkasnya dalam kejuaraan cerdas cermat antar sekolah di kecamatan Muslim.

“Apa pendapat kalian tentang kasus Palestina dan Israel yang berlangsung sampai saat ini, sebagaimana yang kita saksikan di televisi?”

Lama empat kelompok itu berpikir. Kelompok A diberi kesempatan pertama untuk menjawab.

“Bismillahirrahmanirrahim. “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”

Kelompok ini membuka jawabannya dengan penyampaian surat Al-Maidah ayat 82. Kemudian juru bicara kelompok ini melanjutkan,

“Israel telah menjajah Palestina, bumi Islam. Dan kemerdekaan yang mereka deklarasikan pada 14 Mei 1948 silam tidaklah sah. Sama sekali tidak sah. Maka mengakui keabsahan bangsa mereka dan berdamai dengan mereka adalah sebuah perilaku dosa. Haram hukumnya. Tak ada jalan lain bagi kita, selain memerangi mereka.Tidak ada, kecuali berjihad di jalan Allah.”

Tim penanya mengangguk-angguk. “Hmmmm….Kelompok B ada jawaban lain?” Kelompok B berdiskusi sebentar sebelum juru bicaranya buka suara,

“Maaf, tapi kami tidak sependapat dengan kelompok sebelah, kelompok A. Masalah ini tidak usah kita sangkut-sangkutkan dengan masalah agama. Apalagi dengan ikut serta membawa-bawa dalil-dalil Al-Qur’an. Coba kita lihat sisi positifnya. Banyak manfaat duniawi yang bisa kita keruk dari bangsa Israel. Di masa lampau, nabi kitapun juga berdagang dengan yahudi. Tak ada alasan kita memusuhi mereka. Bahkan malah, mereka patut kita contoh. Mencontoh pada kekokohan perekonomian mereka, kecanggihan persenjataan, dan banyak hal-hal hebat lainnya. Saya pikir, tak ada manfaatnya sedikitpun bagi kita untuk embela Palestina. Toh, saudara dekat mereka saja -bangsa Arab- acuh tak acuh terhadap apa yang sedang mereka derita sekarang. Kenapa juga kita yang harus merasa bertanggungjawab dan ikut berduka?”

Keadaan ricuh mendengar jawaban kontroversial ini. Sangat bertolak belakang dengan jawaban kelompok A. Tim penanya melempar pertanyaan ini ke kelompok C. “Bagaimana dengan anda, kelompok C?” Kelompok C kelihatan sudah menyiapkan jawabanya mereka. Dengan percaya diri tinggi mereka menjawab,

“Poin pertama, keabsahan Israel sudah tidak bisa lagi kita ganggu gugat. Kenapa? Karena mereka didukung penuh oleh Perserikatan Bangsa Bangsa dan juga disokong negara adidaya Amerika Serikat. Dan ini kenyataan, bahwa Israel sudah menguasai 78 persen wilayah palestina. Dan sekarang, yang mungkin dineosiasikan adalah hanya 22 persennya, yaitu wilayah Tepi Barat dan Gaza. Intinya, menurut kami, tindakan melawan Israel dengan kekuatan cuma perbuatan sia-sia. Membuang-buang tenaga. Bahkan kami nilai membahayakan perdamaian dunia. Bisa menyyulut perang dunia ketiga. Jadi malah harus kita cegah bersama. Sebab kalau kita lihat, secara Politik dan Ekonomi banyak manfaat yang kita peroleh dari Israel.”

Dengan sangat tegas juru bicara kelompok C menutup jawabannya,

“Dan patut kita garis bawahi, bahwa masalah ini adalah murni masalah politik. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan urusan agama.”

Sepertinya jawaban C lumayan mewakili pendapat penonton. Keadaan tenang kembali. “Silahkan kelompok terakhir, kelompok D, memberikan pendapatnya?” Kelompok D lama terdiam. Mereka ciptakan hening sejenak. Penonton dan tim penilai kelihatan menunggu-nunggu jawaban mereka.

“Demi Allah, saya dan kelompok saya tidak, dan tidak akan pernah mengakui keabsahan bangsa Israel. Meski mereka mengklaim telah merdeka. Tidak ada jalan terbaik untuk melawan mereka melainkan dengan berjihad. Boleh berdamai dengan mereka, tapi tetap disertai perlawanan. Demi Allah, mereka adalah bangsa yang tidak pernah bisa memegang janji. Lihat bagaimana Al-Qur’an mengabadikannya. Lihat juga bagaimana sejarah merekamnya. Saat mereka berjanji hanya akan mendirikan pemukiman di Jerusalem. Lihat sekarang berapa persentase dari wilayah Palestina yang mereka kuasai. Kesimpulannya, pada dasarnya tidak ada gunanya berunding dengan mereka. Dan kami menentang segala kerjasama dengan mereka. Karena ketahuilah bahwa itu hanya akan membawa kerugian besar bagi kita. Zionis Israel wajib kita musuhi. Bukan karena mereka yahudi. Tetapi karena mereka adalah bangsa penjajah. Bangsa pengkhianat. Bangsa yang telah merampas bumi Islam.”

Begitulah, cerdas cermat itu pun berlangsung, dan panas kembali. Kita tinggalkan kejuaraan itu dan sekarang bagaimana para sobat, penonton yang sedang membaca artikel Uda ini. Lebih sepakat dengan pendapat kelompok yang manakah, Sobat kiranya?

* keterangan: Kelompok A adalah kelompok Ideologis Idealis, Kelompok B merupakan kelompok Pragmatis Oportunis. Kelompok C tergolong kelompok Pragmatis Realistis, dan Kelompok terakhir adalah kelompok Ideologis Realistis. Inspirasi dari buku “Zionis Israel, PREK”

6 thoughts on “PALESTINA, DALAM KACAMATA SAUDARA MUSLIMNYA

    1. reedai313 Post author

      hmmm..
      bukan berdebat sapa yang salah dan benar Sidt..
      Yang salah dah jelas..
      Masalahnya dia gak merasa salah…
      dan disupport pihak-pihak agar tidak merasa salah..

      Reply
      1. reedai313 Post author

        hehehe..
        coba baca artikel Ipul deh..
        Intinya berunding gak berunding
        debat gak debat
        bangsa Palestina tetap akan dibantai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s