EDISI#1: SETANGKAI KAYU BAKAR….

–coretan untuk Zawjatee…

Ikut hadir pula dalam rombongan pengajian sore uda kali ini, sejumput gorengan. Karena kesertaan gorengan, tak bijak rasanya bicara yang terlampau serius. Saat mulai lelah dan memerahnya langit ini, topik santai dan ringan pas sekali rasanya untuk dibincangkan.

————————-

Uda didaulat untuk menggantikan kawan rombongan yang semestinya memberi pencerahan kilat. Tak punya banyak pilihan topik, uda coba hidangkan tadabbur surat Al-Lahab. Kebetulan sekali, beberapa hari lampau, baru saja uda khatamkan bacaan tafsirnya.

Dari sekian ayat, satu ayat agak uda tekankan lama-lama. Terus terang terjemahnya menarik. Kata katanya ciamik. Maknanya teramat dalam dan cantik.

------------------------------------------------------------

Wamro-atuhu hammaalah al-hathob

Terjemahnya kira-kira begini: “Dan perempuannya (kekasih Abu Lahab-red) pembawa kayu bakar.”

Kawan-kawan yang gemar baca shiroh tak akan asing dengan nama ‘Ummu Jamil (Ibu yang cantik). Sebagaimana namanya, paras istri Abu Lahab ini memang cantik menawan. Ditambah tampilan parlentenya yang acap dikilau permata dan perhiasan-perhiasan mewah. Maka belum dibayangkanpun kita sudah terkagum dibuatnya.

Tapi sayang gambaran akhlak Ummu Jamil adalah kebalikan dari namanya. Tak hanya mengikut suaminya dalam membenci nabi teragung. Iapun juga punya nafsu besar untuk menyakiti Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam. Mereka, Abu Lahab dan sekondannya, setali dua uang. Benar-benar serasi. Saling cinta dalam rumah kejahilan, berpelukan mesra dalam taman kebathilan dan sama-sama tertawa diatas ranjang kekufuran.

Maka lihatlah penggambaran sempurna Al-Qur’an tentang masa depan mereka. Yang juga adalah hikmah sepanjang masa untuk pasangan-pasangan di dunia. “Wamro-atuhu hammaalah al-hathob” Maka sebagaimana dukungan istrinya yang menambah kebahagiaan Abu Lahab dalam memusuhi nabi termulia, maka persis seperti itu pulalah nanti istrinya akan menambahkan baginya siksa Allah.

Potongan-potongan kayu yang dibawa Ummu Jamil itulah, yang akan menjadi seperti tangkaian bunga bagi Abu Lahab. Mereka bercumbu dengan kayu-kayu itu. Kayu-kayu yang menambah-nambah gejolak api sehingga kian menari-nari. Abu Lahab dan wanita pilihannya menikmati gelegak neraka entah dengan gelak tawa lagi atau tidak. Entahlah. Yang jelas. Kita berlindung dari cumbu rayu macam demikian di akhirat nanti. Na’udzubillahi min dzalika.

———————-

Tentu bagi uda dan gerombolan uda lebih menggoda kemesraan dengan tangkaian bunga ‘ibadah. Amat tak romantis rasanya melihat kekasih hati membawa-bawa kayu bakar kesana kemari. Duhai…. indah nian ditemani pendamping shalihah. Yang belum percaya dan ingin membuktikan, monggo…

14 thoughts on “EDISI#1: SETANGKAI KAYU BAKAR….

    1. reedai313 Post author

      hehe..
      Pocong?
      sang pelafal Al-Lahab di kantor ya, mbak..😛

      syippp…
      Nantikan tulisan kedua,
      edisi rumahtangga dari uda..😀

      Reply
    1. reedai313 Post author

      hehe..
      gaya menulis “hiatus, Om?”😀..
      becanda, Om…
      makasih pantauannya, Om..

      Kunjungan dan komentar Om sangat diharapkan…

      Reply
  1. novi

    wah… baru ini baca tulisan2 uda riki lagi
    *baru tau ada blog ini

    suka bacanya…
    khas Uda…

    mulai hari ini daftar jadi follower tulisan uda deh ^^

    -keep writing-

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s