“Gandeng-Gandengan”

*bahan utama tulisan (yang berwarna merah) berasal dari zawjatee

Banyak cara untuk menunjukkan cinta. Sebanyak jalan ke roma. Bisa dengan rayuan, sajak-sajak indah, kado istimewa, beragam corak bunga. Tapi kali ini ada satu cara yang tersimpan rapi dalam file perjalanan cinta uda dan permaisuri uda. Kami menyebutnya genggaman mesra. Saling bergandeng tangan. Menggamit erat bahagia. Membagi keceriaan dalam kebersamaan. Ada sedikit testimoni dari permaisuri uda, dikirimkan via email. Sebuah kesan manis darinya tentang kami saat bergandengan tangan.

TULISAN DARI PERMAISURI UDA:

Sesampai di tempat tujuan, terlihat ustadz yang akan mengajar kami masih di luar ruangan, pertanda pelajaran belum dimulai. Aku menunggu suami yang sedang memarkir motor untuk jalan bareng. Tiba-tiba dengan pede-nya Uda menggandeng tanganku. Sebenarnya memang sudah biasa seperti itu setiap kuliah akhir pekan. Di sepanjang lorong ma’had menuju kelas kami selalu bergandengan. Jadi inget lagu klasik, –sepanjang jalan kenangan, kita slalu bergandeng tangan- ;p . Tapi itu kan saat suasana sepi karena kami selalu datang terlambat, hehe. Kali ini beda, ini masih di halaman!! Aku tidak bisa dan tidak mau membayangkan perasaan tukang siomay, tukang parkir dan orang-orang yang -dengan tidak sengaja- melihat adegan itu.

Seketika ada debaran halus di hatiku. Persis debaran saat Uda memegang tanganku sepanjang jalan menuju kontrakan setiap kali aku menjemputnya dari stasiun Purwosari, Solo dulu. Juga dalam perjalanan menuju kostnya ketika tiba giliranku untuk mengunjunginya di Jakarta. Entah kenapa hatiku selalu berdebar, padahal kejadian itu sudah rutinitas tiap akhir pekan. Dan kali ini, mungkin karena baru saja ada nuansa dingin di antara kami, hingga hatiku membuncah gembira ketika Uda menggandeng tanganku. Itu artinya masa berantem kami memang benar-benar sudah berakhir. Alhamdulillah…

Memang dalam beberapa keadaan, kemesraan tidak selayaknya diumbar ke khalayak. Namun selama masih tidak berlebihan sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Junjungan kita, nabi Muhammad saw pernah bersabda, “Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”. Jadi membuat istri merona pipinya sekaligus menggugurkan dosa, tunggu apalagi?. 😀

12 thoughts on ““Gandeng-Gandengan”

  1. novi

    “Dan kali ini, mungkin karena baru saja ada nuansa dingin di antara kami, hingga hatiku membuncah gembira ketika Uda menggandeng tanganku. Itu artinya masa berantem kami memang benar-benar sudah berakhir. Alhamdulillah…”

    waaaa suka yang ini…

    bener bgt ya,mbak… kalo lg ‘berantem’ trus digandeng gitu, rasanya legaaaaaaa banget…, hati jadi berbunga bunga, mata berbinar, pikiran juga jadi jernih seketika… hehehe

    syukron tulisannya…

    Reply
  2. Eyangkung

    Bergandengan tangan antara dua orang yang saling mencintai bukanlah untuk pamer kemesraan! Tetapi untuk MEMOTIVASI diri bahwa keduanya menyatu dan tidak terpisahkan.

    Pada waktu muda saya bergandeng tangan dengan pacar dan isteri (mantan pacar) dengan sikap saya berjalan sebelah kanannya dan pasangan saya tangan kanannya memegang lengan kiri saya antara siku dan pergelangan (=lengan bawah), Tetapi setelah sama2 tua saya tidak mengira posisi kami terbalik. Setiap kami berjalan bersama saya ada di kirinya dan tangan kanan saya yang pegang lengan bawahnya! Posisi ini mungkin tidak memenuhi etika yang benar, tetapi kami merasa yang paling nyaman!!

    Uda tahu apa sebabnya?? Bagaimana bmenurut pandangan Uda pribadi cara kami bergandeng tangan dengan posisi berbalik dibanding waktu kami masih pasangan muda? Agar diketahui kami sudah nikah 36 tahun. He, he, hee

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s