Menapak Satu Tahun

Pemeran utama: Hanifa Ayyasy Reeda
Waktu                  : 21 November 2011

Hari ini setahun bulat sudah usia Hanifa, cahaya mata permaisuri dan uda. Ia sudah memutari satu lingkaran penuh keceriaanya. Dan semoga akan terus begitu, ceria dan bahagia melingkupi keseluruhan hidupnya.  Lagi-lagi tak ada jamuan kue manis dan ritual tiup lilin. Cuma satu kecupan pelan uda di keningnya sepulang kerja. Meski lelap, ucapan lewat kecupan itu tampaknya sampai ke hatinya. Yang kemudian membuatnya menggeliat sebentar lalu membingkis senyum meski teramat tipis dan singkat.

 Da-Da, Tepuk Tangan, dan Allo…

Setahun ini banyak yang sudah ditiru bahkan diinovasi oleh Hanifa. Yang takkan terlupa, ucapannya saat melepas  uda bekerja. Celetukannya ketika uda yang sudah siap menunggangi Scopy, “Da-da-da, Da-da…” tentu diiringi lambaian tangannya yang hampir persis gerakan tari holaho.

Saat senang dan disanjung, Hanifa akan bertepuk tangan. Dan berbunyi. Kadang juga sambil bersenandung, entah itu lagu apa. Tingkah terakhirnya, saat memainkan telepon genggam umminya. Saat diminta memperagakan atraksi menelpon maka Hanifa segera menempelkan hape ke telinganya. Dengan posisi tepat sebagaimana kita menelpon. Lalu ia mengeluarkan kata-kata lucu yang bercampur ragam, “Bete-bete, waya-baaa…bete-bete,belebetebe…” Dan tak lupa mimik yang dibuat seperti sedang berbicara dua arah. Kata permaisuri uda benar-benar persis sedang mengobrol via udara, “Biiii… Papaa?”  Kalau dilihat nenek mesti beliau tertawa lebar, Nak.

Mmmuuah, Suapan, dan “Keluar Yuk, Bi..”..

Ciuman dengan bunyi “mmmuuuaah” ini peruntukannya spesial saja buat umminya. Jangan harap uda mendapat kecupan serupa. Begitupun dengan perihal memangku.  Hanifa sangat kelihatan lebih nyaman bergelung dalam dekapan permaisuri dibanding berada dalam pelukan uda. Bahkan pernah baru akan uda raih untuk dipangku, Hanifa meronta mencari umminya.  Namun saat uda tinggalkan ia malah menangis. Hehe….satu lagi yang lucu, pernah suatu kali Hanifa digendong oleh Pakdhenya. Ia meronta namun tak menemukan satu orangpun untuk pelarian kecuali uda. Mau tak mau, akhirnya uda sukses memangkunya meski memang cuma jadi pelarian. Tak apa Nak, itu tanda Abi masih di hatimu.😀

Saat berkunjung menjenguk adik sepupunya yang baru lahir, sambil menunggu ummi bercengkrama dengan budhe, Hanifa menyuil sehelai roti tawar. Tiba-tiba ia julurkan tangannya yang berisi potongan kecil roti tadi ke mulut uda. Uda kunyah pelan sambil berlagak menikmati lalu berujar manja, “Makasih Hanifa..” Pakdhenya yang menyaksikan kejadian itu kelihatan juga ingin menikmati layanan istimewa itu. Hehe, Hanifa dah bikin Pakdhe cemburu tuh…

Dan yang terakhir adalah aksi Hanifa yang paling memnyentuh bagi uda pribadi. Mendengar deru motor uda memasuki teras, Hanifa akan segera bangkit dari posisinya. Lalu memaksa umminya mengambilkan gendongan bayi. Kemudian sambil satu tangan memegang lengan bidadari, tangan lainnya menyodorkan gendongan itu ke uda sambil tersenyum penuh harap dengan mata memelas yang teramat manja,  “Keluar Yuk, Bi..” 

 *Ditulis saat teramat ingin melantunkan do’a “Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatina qurrota a’yun” [Ya Allah, hibahkan pada kami pendamping dan keturunan sebagai penyejuk mata]*

21 thoughts on “Menapak Satu Tahun

  1. BangKerak

    so sweet,,

    happy milad buat hanifa,, tumbuh besar untuk menegakkan tiang Islam di bumi Allah, berikan kasih sayang ke semua makhluk, berikan senyuman ke semua manusia yang ditemui, perbanyak ilmu dan jadi kebanggan ummi dan abi.. amiin

    “Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa zurriyyatina qurrota a’yun”

    Reply
  2. ~Amela~

    aaah.. cantiknya Hanifa…semoga Hanifa juga jadi anak yang cantik hatinya.😀
    udah lama banget nih Uda ga apdet.. akhirnya apdet juga.. hehhee

    salam buat bidadari dan Hanifa ya Da

    Reply
  3. permaisuri Uda

    ummi juga hanya bisa menghadiahi doa untukmu, Nak…
    trimakasih utk rasa sayangmu pada ummi yg akhir2 ini smakin bisa ummi rasakan,hiks… T,T
    Robbanaa hablanaa min azwaajina wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaaman…
    Amin…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s