Category Archives: Kompetisi pena

#CDK

#CINTA DUA KEREMPENG

oleh: uda riki

        Sosok itu bersama senyum tipis keramatnya menyambutku. Sahabat sepuhku semenjak kuliah itu, tersenyum bagai tanpa ekspresi. Ia kulum sendiri yang ia rasa, tanpa ingin membaginya. Kemudian ditatapnya buku-buku tubuhku. Lama. Kembali ia tersenyum agak lebar. Namun masih dikulum. Senyuman tanda kebahagiaannya mendapatiku tetap patuh pada kezuhudan yang kami bangun bersama sejak lampau. Terbukti, postur kami masih kekal dalam kekerempengan. Sangat kentara tampak melalui tiap gerakan kami yang mirip penari kejang baru belajar. Amat rindu, kami berpelukan erat dan dekat meski agak kaku.

        Esoknya, puas menjalari kota gudeg dengan kelelahan berjalan kaki, aku dihantarnya ke stasiun. Menunggu kereta tiba, kami lahap bekal dari eyang sepiring berdua. Betapa mesranya.

        Kereta bertolak, matanya gerimis. Tubuh kerempengnya tersengal. Namun akhirnya di wajah tirusnya tetap disunggingkannya  senyuman tipis sebagaimana awal kami bersua. Senyum bahagia karena jauh-jauh aku kunjungi dari Jakarta. Lihatlah, senyuman itu ia kulum sendiri. Dasar! Benar-benar cara rakus dalam menikmati sebuah momen indah.